⌂ Beranda News OJK Optimistis Hasil Review MSCI Dongkrak Partisipasi Investor Asing

OJK Optimistis Hasil Review MSCI Dongkrak Partisipasi Investor Asing

OJK Optimistis Hasil Review MSCI Dongkrak Partisipasi Investor Asing
Ilustrasi OJK dan MSCI
A A Ukuran Teks16px

Analis: Status Emerging Market Jadi Katalis Positif

Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji Gusta menilai putusan MSCI memegang peranan paling besar terhadap pergerakan instrumen keuangan dalam jangka pendek.

"Apabila Indonesia mampu mempertahankan status sebagai emerging market, keputusan tersebut berpotensi menjadi katalis positif yang memperkuat pemulihan pasar saham domestik," katanya.

>>> Simulasi Angsuran KUR BRI Rp 30 Juta, Cicilan Mulai Rp 594 Ribu

Menurut analisis dari Stockbit Group, perbaikan transparansi kepemilikan saham di dalam negeri membuat skenario pemburukan atau downgrade ke dalam daftar pantauan bursa frontier memiliki probabilitas yang kecil.

"Jika MSCI memberikan penilaian aksesibilitas yang positif, kami memperkirakan hal ini diikuti dengan dipertahankannya status emerging market pada 23 Juni 2026.

Market berpotensi merespons sangat positif pada skenario ini," tulis Investment Analyst Lead Stockbit Group Edi Chandren dalam risetnya.

Selain faktor dari indeks eksternal tersebut, perhatian pelaku pasar juga tertuju pada hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia yang diproyeksikan akan mengerek suku bunga acuan sebesar 25 basis poin.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai fokus pasar modal tertuju pada realisasi pembenahan regulasi transaksi.

"MSCI menjadi prioritas utama karena pasar ingin melihat seberapa jauh reformasi pasar modal sudah dilakukan. Dua pengumuman MSCI menjadi poin yang sangat penting diperhatikan," ujar Nico.

Ia mengingatkan bahwa daya tarik investasi dalam negeri juga masih bergantung pada pengelolaan anggaran negara oleh pemerintah pusat.

"Kalau Bank Indonesia menaikkan suku bunga tetapi persoalan dari sisi fiskal belum terselesaikan, maka inflow tetap masuk tetapi jumlahnya terbatas," kata Nico.

Di sisi lain, laporan dari BRI Danareksa Sekuritas menyebutkan penguatan pasar saham beberapa waktu terakhir dipengaruhi oleh koordinasi kebijakan moneter dan fiskal yang solid.

"Sinyal kebijakan antara Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan menjadi pemicu utama pemulihan pasar," tulis Equity Research Analyst BRI Danareksa Sekuritas Erindra Krisnawan dan Wilastita Muthia Sofi.

Kedua analis tersebut menambahkan bahwa kepastian penilaian indeks global tetap menjadi parameter utama pergerakan dana jangka pendek.

>>> Pelaku Pasar Antisipasi Hasil Peninjauan Aksesibilitas Pasar MSCI

"Risiko utama pasar dalam waktu dekat tetap berasal dari hasil review aksesibilitas pasar MSCI dan keputusan outlook maupun peringkat Indonesia dari S&P," tulis Erindra dan Wilastita.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru