⌂ Beranda News Hoshael Waluyo Erlan Ajak Ubah Persepsi Negatif terhadap Penuaan

Hoshael Waluyo Erlan Ajak Ubah Persepsi Negatif terhadap Penuaan

Hoshael Waluyo Erlan Ajak Ubah Persepsi Negatif terhadap Penuaan
Lansia tersenyum bersama keluarga
A A Ukuran Teks16px

Mental Health Counselor Hoshael Waluyo Erlan mengajak masyarakat untuk mengubah persepsi negatif terhadap proses penuaan. Tujuannya agar terhindar dari kecemasan berlebih saat menghadapi masa tua.

Pesan tersebut disampaikan dalam rangkaian acara talkshow Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, pada Sabtu (13/6/2026).

>>> Pemerintah Terapkan B50 Mulai 1 Juli 2026 Guna Kurangi Impor Solar

Kecemasan menghadapi masa tua sering muncul karena anggapan bahwa bertambahnya usia selalu diikuti penurunan fisik, produktivitas, dan peningkatan risiko penyakit.

Padahal, penuaan adalah fase alami yang membawa dampak positif bagi kematangan psikologis.

Tantangan Kesehatan Mental

Menurut Hoshael, tantangan terbesar dalam penuaan justru berkaitan dengan kesehatan mental. Pandangan keliru yang menyamakan menua dengan kemunduran fungsi kehidupan masih banyak ditemui.

"Tantangan dalam penuaan salah satunya ada di kesehatan mental, karena masih banyak dari kita yang beranggapan menua itu identiknya dengan penurunan," kata Hoshael.

Anggapan keliru ini memicu stereotip negatif yang membuat lansia dianggap lemah, rentan sakit, dan kehilangan kesempatan berkembang.

Lingkungan sosial yang terus mengaitkan usia dengan kemunduran memperparah rasa takut masyarakat.

"Menua juga dianggap semakin lemah, sakit-sakitan, dan mendekati kedaluwarsa. Narasi seperti ini yang membuat menua jadi sesuatu hal yang menakutkan," ujar Hoshael.

Padahal, bertambahnya usia memberikan kesempatan untuk memiliki kebijaksanaan, pengelolaan emosi yang lebih stabil, dan pemahaman hidup yang lebih luas.

Hoshael menegaskan pentingnya melihat penuaan secara seimbang.

>>> BAIC BJ40 Plus Buktikan Diri Tak Terpengaruh Kenaikan BBM

"Sementara, menua itu pada dasarnya berubah, bertambah usia, pengalaman, dan ada banyak kualitas psikologis yang hanya bisa ditambahkan ketika kita menua," kata Hoshael.

Kematangan emosional dan kemampuan beradaptasi adalah kualitas yang berkembang seiring waktu. Masa tua seharusnya dipandang sebagai fase baru untuk memperkuat hubungan dengan diri sendiri dan menemukan makna hidup.

"Menurutku, menua itu seharusnya dipersepsi sebagai masa peralihan yang membuktikan bahwa kita terus menjalani hidup dengan lebih positif, bijaksana, dan tetap beradaptasi," lanjut Hoshael.

Perspektif positif tentang penuaan juga didukung aktivis pemberdayaan perempuan, Nani Zulminarni. Menurutnya, mengubah pola pikir masyarakat adalah tantangan utama.

"Sependapat, menua itu satu tahapan kehidupan yang harus diselebrasi.

Hanya saja memang salah satu tantangan terberatnya adalah mengubah mindset-nya," ujar Nani Zulminarni, Ashoka Southeast Asia Regional Director.

Nani menambahkan, fokus berlebihan pada penurunan fungsi hidup membuat masyarakat melupakan esensi bertambahnya usia sebagai perjalanan hidup berharga.

Mengubah cara pandang menjadi krusial agar penuaan dinilai sebagai pencapaian.

>>> Polri Kerahkan 3.161 Personel Amankan Eksekusi Lahan Eks Hotel Sultan

"Kita sebaiknya mengubah, bagaimana kita menyikapi menua sebagai salah satu milestone," kata Nani.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru