Fox Corporation resmi mengumumkan akuisisi terhadap Roku, perusahaan pembuat perangkat streaming, pada Senin (15/6/2026) waktu setempat.
Nilai transaksi ini mencapai sekitar 22 miliar dollar AS atau setara Rp 390 triliun.
>>> Pemerintah Targetkan Renovasi Stasiun Gambir Rampung pada 2028
Fox membeli saham Roku seharga 160 dollar AS per saham menggunakan kombinasi pembayaran tunai dan saham.
Langkah ini bertujuan memperkuat posisi Fox di bisnis streaming serta iklan digital.
Penggabungan Aset dan Strategi
Akuisisi ini menyatukan aset Fox seperti Fox News, Fox Sports, dan Tubi dengan ekosistem Roku yang mencakup Roku TV, Roku Streaming Stick, serta The Roku Channel.
CEO Fox Lachlan Murdoch menyatakan bahwa aksi korporasi ini merupakan kelanjutan strategi perusahaan yang fokus pada konten berita, olahraga langsung, dan ekspansi penyiaran digital.
"Akuisisi ini akan memperkuat ekspansi Fox ke sektor yang tumbuh pesat dan mendorong pertumbuhan perusahaan ke level yang lebih tinggi," ujar Lachlan Murdoch.
>>> BPJPH Dorong Pemkab Pati Perluas Fasilitasi Sertifikasi Halal UMK
Anthony Wood, Chairman & CEO Roku, menambahkan bahwa bergabung dengan Fox menjadi peluang besar untuk mewujudkan visi perusahaan lebih cepat dan memperluas skala bisnis.
Pasca-akuisisi, gabungan perusahaan ini diperkirakan menjadi pemain televisi terbesar ketiga di Amerika Serikat berdasarkan pangsa waktu menonton.
Roku akan tetap beroperasi sebagai platform terbuka.
Fox memproyeksikan langkah ini mampu menghasilkan efisiensi biaya operasional sekitar 400 juta dollar AS atau Rp 7,1 triliun per tahun.
Transaksi telah mendapatkan persetujuan dewan direksi kedua perusahaan dan ditargetkan selesai pada paruh pertama 2027.
>>> Pemprov Sumut Gandeng Finlandia Kembangkan Pengolahan Sampah Jadi Listrik
Proses akuisisi masih menunggu persetujuan pemegang saham Fox dan Roku serta otoritas regulator terkait.
