Komunitas Muda Itu Kita menyelenggarakan diskusi publik bertajuk 'Eco-Luxury Jakarta: Menyusun Ulang Standar Estetika Kota yang Bersih dan Ramah Lingkungan' pada Selasa (16/6) lalu.
Acara ini dihadiri puluhan peserta dari komunitas difabel, NGO, pegiat lingkungan, pegiat perkotaan, akademisi, dan generasi muda.
>>> Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Terkait Kasus Korupsi Makan Gratis
Diskusi menghadirkan konten kreator Fariz Egia Gamal, inisiator Platform Melihat Kota Rizzah Aulifia, dan Edufluencer Aland Dinda Pradana.
Ancaman Penurunan Muka Tanah
Fariz Egia Gamal menyebutkan bahwa Jakarta mengalami penurunan muka tanah hingga 15 cm per tahun akibat eksploitasi air tanah menggunakan sumur bor.
Ia menjelaskan bahwa pemerintah telah memiliki aturan sejak 2021 yang melarang bangunan dengan luas lantai 5.000 meter persegi atau lebih menggunakan air tanah.
Aturan ini berlaku untuk bangunan komersial seperti apartemen, sementara rumah tangga biasanya mengebor sumur sedalam 20-40 meter.
Gamal mendorong masyarakat beralih dari air tanah ke air perpipaan dengan berlangganan PAM, seperti PAM JAYA yang menargetkan seluruh Jakarta memiliki jaringan perpipaan pada 2029.
Peran Anak Muda dalam Gaya Hidup Berkelanjutan
Edufluencer Aland Pradana mengajak anak muda mengurangi konsumsi AMDK dengan membawa tumbler saat bepergian.
>>> Danantara Siapkan Jajaran Pimpinan PT Danantara Strategic Industries
Ia juga menekankan pentingnya menyebarkan informasi melalui media sosial tentang bahaya penggunaan air tanah bagi masa depan Jakarta.
Inisiator Platform Melihat Kota Rizzah Aulifia mengingatkan bahwa konsumsi air tanah dan AMDK berkontribusi terhadap kerusakan lingkungan.
Ia menyarankan masyarakat membawa tumbler sendiri dan memanfaatkan titik pengisian air PAM JAYA di fasilitas publik seperti perpustakaan, taman, dan transportasi umum.
PAM JAYA telah memasang Water Hub di berbagai lokasi, termasuk Perpustakaan Nasional RI, Taman dan Hutan Kota Tebet, Lapangan Banteng, serta titik-titik di sekolah, universitas, dan rumah sakit.
Diskusi ini juga menghadirkan dua juru bicara isyarat bagi komunitas difabel sebagai bentuk inklusivitas.
>>> PN Jakarta Pusat Eksekusi Pengosongan Lahan Hotel Sultan
Acara ditutup dengan pembagian tumbler dan seruan untuk menjaga Jakarta dengan beralih ke air perpipaan dan mengurangi penggunaan AMDK.