Sementara itu, peralatan dan material dari Wuhan ke Indonesia mencapai 380.000 meter kubik dengan nilai sekitar US$300 juta.
Jalur logistik ini tidak hanya menjamin pasokan sumber daya penting bagi industri energi baru Tiongkok, tetapi juga mendorong ekspor peralatan dan teknologi manufaktur Tiongkok ke luar negeri.
Investasi dan Kerja Sama Pendidikan
Pembukaan rute ini erat kaitannya dengan keterlibatan perusahaan Hubei dalam pembangunan industri di Indonesia.
Perusahaan seperti GEM telah berinvestasi dalam pembangunan kawasan industri teknologi tinggi berbasis sumber daya nikel hijau di Indonesia.
Investasi tersebut mendorong transformasi industri pengolahan nikel menuju sektor energi baru dan mendukung rantai pasok industri energi baru global.
Di luar kerja sama ekonomi, GEM juga menginvestasikan hampir US$50 juta untuk program pendidikan bersama Indonesia-Tiongkok.
Program tersebut mencakup Program Pendidikan Bersama Magister dan Doktor Teknik, Laboratorium Riset Bersama Bandung, serta Akademi Insinyur Unggul Indonesia-Tiongkok.
Hingga kini, telah melahirkan 266 tenaga teknik dan profesional lokal.
Kolaborasi di bidang pendidikan dan ilmu pengetahuan ini memperkuat hubungan antarmasyarakat kedua negara dan menjadi proyek unggulan kerja sama Belt and Road Initiative (BRI) antara Indonesia dan Tiongkok.
Pada Oktober 2025, Kamar Dagang Umum Hubei Indonesia resmi didirikan untuk memperkuat sinergi komunitas bisnis Hubei di Indonesia.
>>> Citroen Luncurkan Mobil Listrik e-C3X Lebih Murah di India
Operasional reguler rute pelayaran langsung ini mengubah pola keterbukaan ekonomi kawasan tengah Tiongkok dan mendorong kerja sama Tiongkok-ASEAN dalam kerangka RCEP.