⌂ Beranda News Turunkan Oktan BBM demi Hemat? ECU Motor Tidak Bisa Menyesuaikan

Turunkan Oktan BBM demi Hemat? ECU Motor Tidak Bisa Menyesuaikan

Turunkan Oktan BBM demi Hemat? ECU Motor Tidak Bisa Menyesuaikan
Ilustrasi motor modern dengan sistem injeksi dan ECU
A A Ukuran Teks16px

Kenaikan harga BBM nonsubsidi, termasuk Pertamax yang kini mencapai Rp 16.250 per liter, mendorong banyak pemilik motor modern beralih ke Pertalite.

Mereka beranggapan bahwa sistem Electronic Control Unit (ECU) pada motor injeksi terbaru dapat menyesuaikan diri dengan bahan bakar beroktan lebih rendah.

>>> Saham Bank Besar Melemah Jelang Pengumuman BI Rate

Namun, praktisi otomotif Dustin dari bengkel Garage +62 di Jakarta Barat membantah anggapan tersebut.

Menurutnya, ECU hanya mengatur campuran udara dan bahan bakar, bukan mengubah rasio kompresi mesin yang bersifat mekanis dan tetap.

"Itu mitos, tidak bisa. ECU fungsinya hanya menyesuaikan pencampuran udara dan bahan bakar di ruang bakar," ujar Dustin.

Ia menegaskan bahwa mengubah kompresi mesin hanya bisa dilakukan dengan modifikasi fisik, seperti mengganti piston.

Dampak Buruk Bensin Oktan Rendah pada Mesin

Jika motor dengan kompresi tinggi dipaksa menggunakan bensin oktan rendah, pembakaran menjadi tidak sempurna.

Akibatnya, motor justru lebih boros karena pengendara harus memutar gas lebih dalam untuk mendapatkan tenaga yang sama.

>>> FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS

Efek jangka panjangnya bisa menyebabkan knocking atau mesin ngelitik, bahkan piston bolong.

Dustin mencontohkan kasus skutik 160 cc dengan kompresi 12:1 yang harus turun mesin karena piston rusak akibat penggunaan bahan bakar yang salah.

Niat awal menghemat biaya justru berujung pada kerugian lebih besar, dengan biaya turun mesin mencapai jutaan rupiah.

Menyesuaikan Bahan Bakar Berdasarkan Kompresi

Pemilik kendaraan disarankan memeriksa rasio kompresi mesin di buku manual sebelum memilih BBM.

Pertalite (RON 90) ideal untuk motor dengan kompresi 10:1 hingga 10,5:1.

Motor dengan kompresi 10,6:1 sampai 11,5:1 membutuhkan minimal Pertamax (RON 92).

>>> Kapal Tongkang Batu Bara Karam di Pantai Sukaresik Pangandaran, Air Laut Berubah Hitam

Untuk kompresi 11,6:1 hingga 12,5:1, disarankan BBM RON 95, sedangkan kompresi di atas 12,6:1 memerlukan RON 98 seperti Pertamax Turbo.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru