Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho menegaskan pentingnya sinergi regulasi dan penegakan hukum terhadap pelanggaran dimensi serta muatan kendaraan angkutan barang.
Hal ini disampaikan dalam Seminar Nasional di Kalimantan Selatan, Rabu (17/6/2026).
>>> Turunkan Oktan BBM demi Hemat? ECU Motor Tidak Bisa Menyesuaikan
Persoalan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) dinilai bukan sekadar pelanggaran lalu lintas biasa. Menurut Irjen Agus, hal ini berkaitan langsung dengan risiko fatalitas nyawa di jalan raya.
Irjen Agus mengapresiasi Universitas Lambung Mangkurat dan Polda Kalimantan Selatan yang pertama kali menggelar seminar terkait program Zero ODOL.
"Saya sangat senang dan menyampaikan apresiasi yang luar biasa," ujarnya.
Berdasarkan data evaluasi kepolisian, tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Indonesia salah satunya dipicu oleh kendaraan yang dipaksakan beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan.
Irjen Agus menjelaskan perbedaan substansi hukum antara kelebihan dimensi dan kelebihan muatan.
"Ketika kita bicara kendaraan over dimension dan over loading, sesungguhnya yang dibicarakan bukan hanya kendaraan dan muatan," terangnya.
Pihak kepolisian mengategorikan over dimension sebagai bentuk kejahatan lalu lintas, sedangkan over loading merupakan pelanggaran lalu lintas.
>>> Saham Bank Besar Melemah Jelang Pengumuman BI Rate
Saat ini, Korlantas Polri bersama kementerian terkait sedang menyusun cetak biru untuk implementasi penuh program Zero ODOL secara serentak pada 1 Januari 2027.
Langkah menuju target tersebut bakal diterapkan bertahap lewat pendekatan preemtif, preventif, hingga penegakan hukum.
"Ketika kita bicara over dimension and over loading, ini sangat holistik sekali.
Kita harus meninjau dari beberapa aspek, baik ekonomi, fiskal, sosiologis, psikologis, tidak hanya tataran penegakan hukum," jelas Irjen Agus.
Irjen Agus mengingatkan bahwa keuntungan materiil dari kapasitas angkut berlebih tidak boleh mengorbankan hak pengguna jalan lain. "Jalan raya adalah ruang kehidupan bersama.
Tidak ada keuntungan ekonomi yang lebih berharga daripada keselamatan manusia," tegasnya.
>>> FTSE 100 Menguat Tipis, Pasar Tunggu Keputusan Suku Bunga AS
Melalui deklarasi pakta integritas ini, Korlantas Polri menargetkan budaya keselamatan berkendara dapat bergeser menjadi kesadaran kolektif di tengah masyarakat.