PT Bank Sahabat Sampoerna membuka peluang untuk melakukan merger atau menggandeng investor baru.
Langkah ini diambil sebagai antisipasi rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menghapus kategori Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 1.
>>> Hitung Estimasi Biaya Road Trip Jakarta-Yogyakarta Naik Hyundai Stargazer
Keputusan ini merupakan strategi para pemegang saham untuk menjaga keberlanjutan usaha perseroan di masa depan.
Penguatan permodalan diperlukan jika bank harus naik kelas menjadi bank KBMI 2 dengan modal inti minimal Rp 6 triliun hingga Rp 14 triliun.
Diskusi Internal dan Opsi Penguatan Modal
Direktur Information Technology Bank Sampoerna, Hendra Rahardja, menjelaskan bahwa jajaran pemegang saham telah memulai diskusi internal mengenai penyesuaian regulasi tersebut.
Hendra menyatakan bahwa opsi merger atau masuknya investor baru pasti ada, meski belum banyak diinformasikan kepada jajaran manajemen.
Pihak manajemen menegaskan bahwa keputusan akhir mengenai skema penguatan modal sepenuhnya berada di tangan pemegang saham.
Saat ini, Bank Sampoerna mencatatkan rasio kecukupan modal (CAR) di atas 20 persen.
>>> Pemerintah Alokasikan Rp635 Triliun untuk Program Prioritas Nasional 2027
Kondisi ini membuat perseroan berhati-hati dalam menambah modal secara langsung karena berpotensi membuat CAR terlalu tinggi, sementara penyaluran kredit baru masih dilakukan secara selektif.
Hendra mencontohkan, penambahan modal inti dari Rp 1,5 triliun menjadi Rp 3 triliun pada tahun 2022 demi mematuhi aturan OJK baru dapat terserap sepenuhnya dalam ekspansi kredit beberapa tahun kemudian.
Latar Belakang Kebijakan OJK
Kebijakan penghapusan KBMI 1 oleh OJK didasari oleh kebutuhan struktur perbankan nasional yang lebih kuat.
Regulasi saat ini menetapkan batasan modal inti maksimal untuk KBMI 1 adalah Rp 6 triliun.
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menyatakan bahwa skala usaha bank menjadi faktor penentu daya saing industri keuangan dalam menyokong pertumbuhan ekonomi domestik.
Dian menjelaskan bahwa ekonomi Indonesia membutuhkan bank-bank yang besar karena ukuran menjadi penentu segalanya dalam industri perbankan.
>>> Ribuan Pencari Kerja Serbu Lowongan Pabrik Jerman di Melaka
OJK mencatat bahwa bank-bank dalam kategori KBMI 1 mengalami tekanan kompetisi yang berat dari bank skala besar, sehingga konsolidasi menjadi langkah solusi utama yang didorong regulator.