⌂ Beranda News Trump Ancam Serang Iran Jika Langgar Kesepakatan Damai

Trump Ancam Serang Iran Jika Langgar Kesepakatan Damai

Trump Ancam Serang Iran Jika Langgar Kesepakatan Damai
Presiden AS Donald Trump menyampaikan pernyataan soal Iran
A A Ukuran Teks16px

Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengancam akan melanjutkan aksi militer terhadap Iran jika Teheran tidak mematuhi kewajibannya dalam kesepakatan mengakhiri perang.

Ancaman tersebut disampaikan Trump pada Rabu (17/6/2026) waktu setempat di Prancis, beberapa jam sebelum nota kesepahaman (MoU) antara kedua negara ditandatangani.

>>> Uzbekistan Akui Keunggulan Kolombia di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Trump menandatangani dokumen itu saat makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Versailles setelah KTT G7.

Peringatan Keras dari Trump

Donald Trump menegaskan bahwa dokumen yang disepakati tersebut masih berbentuk nota kesepahaman dan belum bersifat final.

Mantan presiden tersebut menggarisbawahi kesiapan militer Amerika Serikat apabila dirinya tidak menyukai implementasi kesepakatan itu.

Trump juga memberikan peringatan keras terkait konsekuensi langsung jika Iran dinilai melakukan pelanggaran.

Menurut Trump, tindakan tegas ini beralasan karena catatan sejarah pemerintahan negara tersebut yang dinilainya berperilaku buruk selama 47 tahun.

>>> UMY Pertahankan Peringkat 13 Global Bidang Political Science ScholarGPS

Sesaat setelah meninggalkan lokasi pertemuan dengan Macron, Trump mengonfirmasi bahwa proses legalisasi dokumen telah selesai ditandatangani.

Konfirmasi dari Iran

Pemerintah Iran melalui laporan kantor berita resmi IRNA membenarkan penyelesaian dokumen kesepakatan pengakhiran perang tersebut.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menyatakan bahwa dokumen tersebut ditandatangani secara elektronik dari jarak jauh oleh kedua kepala negara.

Baqaei menambahkan bahwa pengikatan komitmen oleh pejabat tertinggi kedua negara ditujukan untuk memperbesar konsekuensi jika terjadi pelanggaran.

Pemerintah Swiss mengumumkan agenda berikutnya berupa upacara penandatanganan formal di Danau Lucerne pada Jumat (19/6/2026).

>>> IHSG Merosot 1,06% Jelang Pengumuman Hasil RDG Bank Indonesia

Dokumen perjanjian ini akan memulai periode negosiasi selama dua bulan, dengan pembukaan kembali Selat Hormuz sebagai langkah awal.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru