Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago, mengusulkan agar sepeda motor listrik operasional milik Badan Gizi Nasional (BGN) dijual kembali.
Usulan ini bertujuan untuk menghindari pemborosan anggaran negara dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
>>> Kiandra Ramadhipa Ungkap Perbedaan Tingkat Kesulitan Dua Kompetisi Balap Dunia
Irma menilai pemanfaatan motor listrik operasional tersebut berpotensi mubazir. Ia berpendapat bahwa sebagian besar kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah memiliki kendaraan.
Penyesuaian Insentif dan Target Penerima
Selain itu, Irma juga menyoroti perlunya penyesuaian nilai insentif bagi SPPG. Besaran insentif ini sebaiknya didasarkan pada volume distribusi makanan yang dilakukan oleh masing-masing SPPG.
Ia merekomendasikan restrukturisasi target penerima manfaat program MBG. Fokus program seharusnya diarahkan pada wilayah prasejahtera, bukan pada siswa di institusi pendidikan elit.
Irma menegaskan bahwa siswa TK, SD, SMP, dan SMA di sekolah elit tidak perlu menerima program MBG.
>>> Nomor Telepon Penting untuk Keamanan Selama Libur Sekolah 2026
Namun, program ini tetap relevan untuk siswa di wilayah miskin guna meningkatkan imunitas tubuh.
Ketegasan juga diminta terkait pengawasan infrastruktur fisik SPPG. Izin operasional tempat yang tidak memenuhi standar kelayakan bangunan harus segera dicabut.
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengonfirmasi adanya peninjauan ulang formula insentif harian SPPG. Sebelumnya, insentif ini dipatok rata senilai Rp 6 juta.
Arumsari menjelaskan bahwa setelah data penerima manfaat diperbaiki, insentif tidak akan lagi ditetapkan secara seragam Rp 6 juta untuk semua.
>>> Kericuhan Eksekusi Hotel Sultan: 29 Petugas Keamanan Terluka, 69 Diamankan
Mengenai polemik pengadaan sepeda motor listrik dari periode sebelumnya, Arumsari menegaskan komitmen BGN untuk mengoptimalkan pemanfaatan seluruh aset negara yang telah dibeli.