PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL) resmi memulai masa penawaran awal untuk melepas 522,9 juta lembar saham baru melalui mekanisme Initial Public Offering (IPO) di Bursa Efek Indonesia.
Langkah korporasi dari anak usaha PT Prodia Widyahusada Tbk ini membidik modal segar maksimal mencapai Rp62,748 miliar.
>>> Kejagung Segel Gudang Motor Listrik Terkait Dugaan Korupsi Makan Bergizi Gratis
Jumlah saham yang ditawarkan produsen alat kesehatan In Vitro Diagnostic (IVD) tersebut setara dengan 30 persen dari modal ditempatkan dan disetor penuh setelah IPO.
Kisaran harga saham ditawarkan antara Rp100 hingga Rp120 per lembar.
Alokasi Dana IPO
Dana hasil IPO akan dialokasikan untuk melunasi pokok pinjaman fasilitas kredit kepada PT Bank Central Asia Tbk dan PT Bank Pan Indonesia Tbk sebesar Rp35,66 miliar hingga Rp35,67 miliar.
Sekitar 28,92 persen dana akan digunakan untuk belanja modal perusahaan. Ini mencakup pembelian mesin, peralatan kalibrasi, perangkat lunak, kendaraan, serta pengembangan fasilitas produksi termasuk AHU Lab Biomolekuler.
Sisa dana sekitar 8,51 persen akan dialokasikan sebagai modal kerja perusahaan. Dana tersebut akan digunakan untuk pembelian bahan baku, pengembangan produk baru, dan aktivitas pemasaran.
>>> Rupiah Melemah ke Rp 17.856 per Dollar AS pada 18 Juni 2026
Perusahaan juga mengadakan program Employee Stock Allocation (ESA) dengan jatah maksimal 36,603 juta lembar atau 7 persen dari total saham yang ditawarkan kepada karyawan yang memenuhi syarat.
Kinerja keuangan PRDL sepanjang tahun 2025 membukukan kenaikan pendapatan sebesar 26,79 persen menjadi Rp74,3 miliar. Pertumbuhan laba bersih mencapai hampir 70 persen menjadi Rp16,9 miliar.
Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp194,4 miliar pada akhir 2025, sedangkan total ekuitasnya mencapai Rp83 miliar.
PT Sucor Sekuritas ditunjuk sebagai penjamin pelaksana emisi efek dalam hajatan ini.
Masa penawaran awal saham PRDL dijadwalkan berlangsung pada 18-23 Juni 2026, dilanjutkan perkiraan efektif OJK pada 29 Juni 2026.
>>> DPR Usulkan Jual Motor Listrik Badan Gizi Nasional untuk Efisiensi Anggaran
Masa penawaran umum akan dibuka pada 1-7 Juli 2026, dan pencatatan di BEI pada 9 Juli 2026.