Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) kembali memperingati Hari Pengungsi Sedunia yang jatuh setiap tanggal 20 Juni. Momentum tahunan ini mengusung seruan utama "Until Everyone Is Safe" atau "Hingga Semua Aman".
Peringatan ini bertujuan menghormati keteguhan hati individu yang terpaksa meninggalkan tanah air mereka demi menghindari konflik bersenjata maupun penindasan.
>>> Swiss Bidik Poin Penuh Hadapi Bosnia di Laga Krusial Piala Dunia 2026
Setiap menit, tercatat ada 20 orang yang meninggalkan seluruh aset kehidupan mereka untuk melepaskan diri dari teror dan peperangan.
Kategori Masyarakat yang Mengungsi Secara Paksa
Lembaga internasional ini mengategorikan kelompok yang bermigrasi secara paksa menjadi beberapa jenis berdasarkan kondisi hukum dan statusnya.
Kategori pertama adalah pengungsi, yaitu individu yang keluar dari negaranya akibat ketakutan logis akan persekusi berbasis ras, agama, maupun opini politik sesuai Konvensi Pengungsi PBB 1951.
Banyak pula yang mengungsi akibat bencana.
Selanjutnya, pencari suaka adalah mereka yang mengklaim diri sebagai pengungsi namun status hukumnya belum dievaluasi secara final oleh negara tujuan.
Ada pula pengungsi internal yang berpindah wilayah di dalam batas negara mereka sendiri, serta orang tanpa kewarganegaraan yang tidak memiliki identitas resmi.
>>> 69 Orang Diamankan Saat Eksekusi Lahan Hotel Sultan Jakarta Ricuh
Terakhir adalah para pemulang, yaitu mantan pengungsi yang kembali ke tanah air.
Peringatan tahun ini bertepatan dengan momentum 75 tahun setelah diadopsinya Konvensi 1951 tentang Status Pengungsi.
Komitmen dunia kini diuji untuk memastikan individu yang terancam tidak dikembalikan ke wilayah berbahaya.
Saat ini, lebih dari 117 juta manusia terpaksa mengungsi di berbagai belahan dunia, mencakup keluarga yang terdampak perang di Sudan, kekerasan di Republik Demokratik Kongo, hingga krisis di Ukraina, Afghanistan, Suriah, dan Myanmar.
Ketiadaan perlindungan bagi kelompok ini dinilai dapat memperparah ketidakamanan global, meliputi hilangnya kesempatan belajar bagi anak-anak, risiko tinggi bagi perempuan, serta beban bagi komunitas lokal.
>>> 4.131 Personel Gabungan Disiagakan Amankan Demo di Jakarta Hari Ini
Slogan "Until Everyone Is Safe" menjadi desakan bagi pemerintah di seluruh dunia untuk menyediakan sistem suaka yang adil dan mempertahankan bantuan kemanusiaan tanpa memandang latar belakang.