Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menggelar pertemuan dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta pada Kamis (18/6/2026).
Pertemuan tersebut membahas kelancaran pembayaran subsidi dan kompensasi untuk PT PLN (Persero).
>>> Kanada vs Qatar: Laga Penentu Langkah ke 16 Besar Piala Dunia 2026
Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas keuangan perusahaan pelat merah tersebut agar pelayanan listrik kepada masyarakat tetap optimal.
"Tadi kita melakukan rapat dengan Menko ya. Rapat membahas beberapa agenda lah.
Termasuk dengan bagaimana pembayaran kompensasi dan subsidi terhadap PLN agar mereka mempunyai kemampuan keuangan yang memadai untuk mempersiapkan segala sesuatu agar pelayanan listrik kita kepada rakyat bisa berjalan dengan maksimal.
Jadi secara overall udah tadi dibahas, nggak ada masalah," ujar Bahlil.
>>> KPK dan OJK Perkuat Sinergi Berantas Korupsi Sektor Keuangan
Kebutuhan Batu Bara PLN
Dalam agenda yang sama, pemerintah juga meninjau kesiapan pemenuhan bahan baku energi primer untuk pembangkit listrik nasional.
Bahlil memaparkan bahwa total volume batu bara yang dibutuhkan oleh PLN mencapai 154 juta ton.
Saat ini, PLN telah mengamankan kontrak pasokan untuk sebagian besar kebutuhan tersebut, yakni sebesar 134 juta ton.
>>> OJK Setujui Jeffrey Hendrik Jadi Direktur Utama BEI Periode 2026-2030
"Jadi tinggal kurang lebih sekitar 18 sampai 20 juta yang belum. Jadi overall nggak ada masalah," jelas Bahlil.