⌂ Beranda News Pemilik Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Disarankan Lakukan Overhaul Mesin

Pemilik Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Disarankan Lakukan Overhaul Mesin

Pemilik Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Disarankan Lakukan Overhaul Mesin
Mobil sedang diperiksa di bengkel setelah mencapai 100.000 km
A A Ukuran Teks16px

Pemilik kendaraan roda empat yang telah menempuh jarak tinggi disarankan mulai memperhatikan komponen internal mesin. Langkah preventif ini penting untuk menghindari risiko kerusakan yang lebih besar.

Kondisi tersebut kerap dijumpai pada beberapa model Peugeot dengan generasi mesin terbaru yang jarak tempuhnya telah mencapai 100.000 kilometer.

>>> Pemerintah Undur Penerbitan Aturan Insentif Kendaraan Listrik ke Juli 2026

Hadi Taruna, pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, mengatakan beberapa pemilik melakukan overhaul setelah mobil mencapai jarak tempuh tersebut.

"Kalau Peugeot mesin generasi terakhir, kilometer 100.000 sudah (ada) yang refresh engine overhaul," kata Hatar kepada Kompas.

com.

Hatar mengonfirmasi bahwa penanganan ini biasanya diterapkan pada varian Peugeot 3008, 5008, 308, serta 508 buatan tahun 2011 hingga 2013.

Faktor utama yang memicu persoalan tersebut umumnya berakar dari ketidaksesuaian penggunaan spesifikasi pelumas.

Penerapan jenis oli yang keliru berisiko memicu endapan kerak pada ruang mesin. Akibatnya, efektivitas pelumasan menurun dan mempercepat ausnya komponen di dalam mesin.

Selain itu, ditemukan pula kasus pemuaian pada bagian boring piston. Gejala ini timbul akibat temperatur kerja mesin yang berada di atas ambang batas normal.

Efek pemuaian tersebut berpotensi mengganggu kerapatan celah komponen ruang bakar. Dampak jangka panjangnya akan memicu penurunan performa kendaraan secara signifikan.

"Itu karena biasanya salah spek oli jadi mesin berkerak. Boring piston muai karena panas.

>>> FAM Pecat Peter Cklamovski dan Nafuzi Zain, Efisiensi Besar-besaran di Timnas Malaysia

High pressure fuel pump lemah tapi enggak diganti jadi lean fuel," ujarnya.

Hatar mengingatkan bahwa fenomena campuran bahan bakar terlalu miskin atau lean fuel tidak boleh disepelekan. Situasi ini memicu lonjakan suhu di ruang pembakaran.

Apabila dibiarkan berlarut-larut, keadaan tersebut berisiko mempercepat ausnya komponen internal mesin secara masif.

Pentingnya Pemeriksaan Menyeluruh

Kendati demikian, Hatar memberikan catatan bahwa tidak semua unit dengan indikator jarak tempuh 100.000 kilometer langsung diwajibkan menjalani prosedur turun mesin.

Proses identifikasi mendalam tetap menjadi acuan utama untuk mendeteksi kondisi riil kendaraan.

"Kalau mobil sudah masuk 100.000 km, sebaiknya dilakukan pemeriksaan menyeluruh. Mulai dari mesin, rem, kopling, kaki-kaki, suspensi, AC, hingga transmisi," kata Hatar.

"Kalau ditanya soal permasalahan, sebenarnya tiap mobil berbeda-beda, tergantung jenis dan karakter kendaraannya," ujarnya.

Saat kendaraan memasuki usia pakai yang matang dan odometer tinggi, prioritas pemilik sebaiknya tidak terbatas pada servis periodik standar.

Perhatian khusus wajib dialokasikan pada manajemen temperatur, jalur pelumasan, dan sistem penyaluran bahan bakar.

>>> 9 Tim dari Play-Ins Lolos ke Grand Final FFNS 2026 Fall

"Cek juga sistem AC dan cek nilai parameters sensor-sensor dan lainnya dari scanner," ujar Hatar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru