PT Bank Neo Commerce Tbk. (BBYB) bersiap menghadapi kenaikan biaya dana atau cost of funds setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga acuan (BI Rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,50%.
Direktur Utama Bank Neo Commerce, Eri Budiono, mengatakan bahwa langkah pengetatan moneter tersebut sudah sesuai dengan prediksi manajemen dan pelaku pasar.
>>> Kemdiktisaintek: 282 Perguruan Tinggi Terima Mahasiswa Disabilitas
"Bagi Bank Neo Commerce, kondisi suku bunga yang lebih tinggi tentu menjadi salah satu faktor yang akan memengaruhi dinamika industri perbankan, khususnya terkait cost of fund dan kompetisi penghimpunan dana," ujar Eri kepada Bisnis, Selasa (16/6/2026).
Manajemen bank digital ini berkomitmen memantau likuiditas secara berkala serta mengevaluasi strategi penyaluran kredit dan penghimpunan dana agar tetap sesuai dengan dinamika pasar.
Fokus pada Stabilitas DPK dan Efisiensi Biaya Dana
Pada segmen pendanaan, perseroan fokus menjaga stabilitas dana pihak ketiga (DPK) dengan menyeimbangkan daya saing suku bunga simpanan dan efisiensi biaya dana.
>>> Samsung Gantikan Sony Xperia sebagai Ponsel Peter Parker di Spider-Man Terbaru
Kebijakan penyesuaian suku bunga tabungan dan deposito akan diterapkan secara selektif, mempertimbangkan kondisi likuiditas internal dan tingkat persaingan di pasar.
Di sektor pembiayaan, Bank Neo Commerce tetap mengutamakan prinsip kehati-hatian untuk menjaga pertumbuhan kredit yang berkualitas.
Proses kajian penyesuaian suku bunga kredit akan memperhitungkan profil risiko debitur, kondisi pasar, serta daya beli dan kapasitas pembayaran nasabah.
>>> Pemilik Peugeot Jarak Tempuh Tinggi Disarankan Lakukan Overhaul Mesin
Untuk menghadapi likuiditas perbankan yang semakin ketat, manajemen mengoptimalkan ekosistem digital, mendiversifikasi sumber pendanaan, dan mendorong aktivitas transaksi nasabah.