⌂ Beranda News Cybernews Temukan 24 Miliar Data Sensitif Bocor di Internet

Cybernews Temukan 24 Miliar Data Sensitif Bocor di Internet

Cybernews Temukan 24 Miliar Data Sensitif Bocor di Internet
Ilustrasi kebocoran data digital
A A Ukuran Teks16px

Tim peneliti Cybernews menemukan database raksasa berisi 24 miliar informasi sensitif yang terbuka di internet pada Kamis (18/6/2026).

Kluster data berukuran lebih dari 8,3 TB ini berada di server Elasticsearch tanpa perlindungan. Penemuan ini tercatat sebagai salah satu arsip kebocoran data terbesar dalam sejarah siber.

>>> Menteri Widiyanti Putri Laporkan Enam Mobil Mewah di LHKPN

Sebagian besar informasi dikumpulkan oleh infostealer, perangkat lunak berbahaya yang mencuri kredensial sensitif seperti alamat email dan nama pengguna.

"Kebocoran data kredensial ini berbahaya karena ukurannya yang sangat besar," kata tim Cybernews.

Para peneliti menjelaskan bahwa ketiadaan pengamanan membuat miliaran akun pengguna berisiko diambil alih oleh pihak tidak bertanggung jawab.

"Karena data tersebut bocor secara online, miliaran akun yang terdampak berisiko diambil alih, terutama jika tidak dilindungi dengan otentikasi multi-faktor," sambung tim Cybernews.

>>> GOTO Setujui Buyback Saham Rp3,5 Triliun untuk 2026-2027

Asal-usul Data dan Imbauan Keamanan

Berdasarkan investigasi, kredensial yang bocor berasal dari 36 sumber, termasuk saluran Telegram dan kompilasi insiden kebocoran data masa lalu.

Peneliti mendeteksi sekitar 260 juta data berasal dari kanal Telegram yang memuat kata 'Darkside', kelompok ransomware yang pernah melumpuhkan Colonial Pipeline.

Kepemilikan database belum teridentifikasi karena menggunakan bahasa Inggris dan Rusia. Arsip tersebut langsung dikunci setelah ditemukan untuk mencegah analisis lebih lanjut.

>>> Mandiri Jogja Marathon 2026 Diikuti 10.200 Pelari dari 17 Negara

Pengguna internet diimbau segera memperbarui kata sandi yang digunakan berulang, mengaktifkan autentikasi dua faktor (2FA), dan memanfaatkan pengelola kata sandi untuk memitigasi risiko peretasan.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru