⌂ Beranda News Menteri LH Desak Pengepul Sawit Ikut Cegah Karhutla di Riau

Menteri LH Desak Pengepul Sawit Ikut Cegah Karhutla di Riau

Menteri LH Desak Pengepul Sawit Ikut Cegah Karhutla di Riau
Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat meninjau pembuatan sekat kanal di Pulau Mendol, Riau
A A Ukuran Teks16px

Menteri Lingkungan Hidup Muhammad Jumhur Hidayat mendesak para perusahaan pengepul kelapa sawit untuk ikut bertanggung jawab dalam mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Desakan itu disampaikan saat memantau pembuatan sekat kanal di Pulau Mendol, Kuala Kampar, Riau, pada Kamis (18/6/2026).

>>> Menaker Yassierli Siap Tinjau Ulang Aturan Pembatasan Pekerja Outsourcing

Jumhur menekankan bahwa pelaku usaha komoditas sawit memperoleh keuntungan besar dari pengelolaan lahan di Indonesia. Oleh karena itu, mereka diminta menunjukkan kontribusi nyata di lapangan.

"Yang saya undang dengan sangat serius adalah end buyers CPO.

Saya meminta supaya mereka jangan hanya berkata-kata, tapi tunjukkan niat baik, langkah apa yang bisa dilakukan untuk membantu di sini," kata Jumhur.

Ia juga meminta para pembeli CPO untuk berdiskusi dan bersatu mencari solusi. "Silakan kalian bersatu, berdiskusi.

Karena kalian mendapatkan keuntungan yang tinggi dari produksi pabrikasi yang dilakukan dari sumber CPO," ucapnya.

Jumhur menegaskan pentingnya kolaborasi untuk meminimalkan potensi bencana tahunan. "Silakan berpikir secara moral bagaimana membantu masyarakat di sini supaya bencana karhutla tidak terjadi.

Saya mengundang kerja-kerja Anda," tegasnya.

Dalam peninjauan tersebut, Jumhur menjelaskan karakteristik lahan gambut yang memerlukan tata kelola air konsisten. Pembasangan sekat kanal menjadi instrumen penting agar area tidak mengering saat kemarau.

>>> Pertamina Patra Niaga Modernisasi 1.920 SPBU Lewat Program Retail Make Over

"Lahan gambut itu apabila dia tidak digenangi secara terus-menerus dan pada saat yang sama terus disinari matahari, maka dia berpotensi menjadi panas dan terbakar.

Itu fakta," jelas Jumhur.

Untuk mengantisipasi dampak El Nino yang diperkirakan berlangsung lama, Kementerian Lingkungan Hidup telah berkoordinasi dengan BNPB. Langkah antisipasi akan diperkuat melalui operasi teknologi modifikasi cuaca.

"Setelah sekat-sekat kanal ini dibangun dengan baik, kita cari waktu yang tepat kemudian diadakan hujan buatan sehingga airnya tertampung.

Kita berharap selama El Nino panjang ini, tidak ada lagi kebakaran," imbuh Jumhur.

Secara nasional, target pembangunan sekat kanal untuk menekan potensi kebakaran mencapai 540.000 unit. Namun, realisasi di lapangan baru sekitar 10 persen atau sekitar 50.000 unit.

"Kita perlu membangun sekat kanal seluas 540 ribu. Nah, kita baru membangun sekarang total sekitar 50 ribulah, jadi baru sekitar 10 persen," ujar Jumhur.

Akselerasi proyek masih menghadapi tantangan seperti pendanaan, edukasi masyarakat, dan penyesuaian regulasi.

>>> Korban Penipuan Hanania Travel Mengadu ke Komisi III DPR

"Tentunya kita mengundang siapa pun untuk bisa ikut serta dalam mempercepat memperbanyak pembangunan sekat kanal di republik ini," tutur Jumhur.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru