Presiden AS Donald Trump menuai kritik tajam dari berbagai media Amerika Serikat setelah menandatangani nota kesepahaman dengan Iran pada Rabu (17/6/2026).
Kesepakatan yang bertujuan meredakan guncangan ekonomi global itu dinilai para kritikus mengabaikan tujuan pra-perang, memperkuat posisi Iran, dan menghabiskan dana ratusan miliar dolar.
>>> Thierry Henry Kritik Pergerakan Egois Cristiano Ronaldo saat Portugal Ditahan Kongo
Amerika Serikat dijadwalkan memfasilitasi pelepasan dana rekonstruksi sebesar US$300 miliar yang didukung negara-negara regional kepada Teheran.
Kritik dari Berbagai Media
Kecaman keras datang dari jaringan TV MS NOW yang menilai pemerintah saat ini berupaya membantah dampak dari nota kesepahaman tersebut.
"Gedung Putih menyetujui perpanjangan gencatan senjata ini yang tidak memenuhi satupun tujuan pra-perangnya, sementara memberikan konsesi keuangan yang sangat besar kepada Teheran," kata MS NOW.
Stasiun televisi itu menambahkan bahwa kebijakan ini menunjukkan posisi diplomasi AS yang lemah di hadapan pemerintah Iran.
>>> Threads Tembus 500 Juta Pengguna Aktif dan Luncurkan Fitur Communities
"Sederhananya, Trump dipermainkan oleh Iran, dan tidak ada yang percaya pada upaya pembelaannya," tulis media tersebut.
Wall Street Journal menyoroti potensi resistensi politik dalam negeri yang akan dihadapi presiden. Langkah ini disebut sebagai "taruhan kebijakan luar negeri terbesar presiden tersebut pada masa jabatan keduanya."
Media itu melaporkan bahwa Trump akan menghadapi perlawanan dari para pendukung kebijakan Iran yang mengatakan presiden memberikan jauh lebih banyak daripada yang didapatkan.
Fox News, yang biasanya ramah terhadap kebijakan Trump, turut menyuarakan kritik. Para penentang perjanjian menyoroti ketiadaan syarat penghentian program nuklir Teheran.
>>> KPK Luncurkan E-Learning ASN Berintegritas untuk 6,7 Juta Aparatur
"Usulan perjanjian Iran oleh Presiden Donald Trump menuai kritik tajam dari beberapa pendukung terkuatnya, yang berpendapat bahwa kesepakatan itu memberi penghargaan kepada Teheran sebelum mereka setuju untuk sepenuhnya menghapuskan program nuklirnya," tulis Fox News.