⌂ Beranda News Persiapan Masa Tua Bahagia: Investasi Kesehatan Mental Sejak Muda

Persiapan Masa Tua Bahagia: Investasi Kesehatan Mental Sejak Muda

Persiapan Masa Tua Bahagia: Investasi Kesehatan Mental Sejak Muda
Lansia tersenyum bersama teman di komunitas
A A Ukuran Teks16px

Persiapan menuju masa tua yang bahagia idealnya dimulai jauh sebelum seseorang memasuki usia lanjut.

Proses penuaan positif tidak hanya bergantung pada aspek fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh lingkungan dan kesiapan individu.

>>> Pemprov Jateng dan LPSK Jalin Kerja Sama Perlindungan Saksi Korban

Salah satu aspek penting yang kerap terabaikan adalah pemenuhan kebutuhan sosial yang bermakna bagi lansia.

Psikolog Hoshael Waluyo Erlan menekankan bahwa lansia tetap membutuhkan hubungan bermakna, baik dari pertemanan maupun komunitas.

“Lansia itu juga butuh hubungan yang bermakna dengan orang lain, bisa tetap berkarya, dan tetap coba hal baru,” ujar Hoshael dalam talkshow Ageless Festival di Pondok Indah Mall 3, Jakarta Selatan, Sabtu (13/6/2026).

Interaksi sosial positif mampu menghadirkan rasa memiliki dan dukungan emosional bagi lansia. Hal ini juga menjaga mereka tetap terhubung dengan lingkungan sekitar.

Tantangan yang sering membayangi lansia adalah kesepian dan keterasingan sosial. Oleh karena itu, komunitas dan aktivitas sosial berperan krusial dalam menjaga kesejahteraan psikologis mereka.

Melalui interaksi sehat, lansia dapat merasa dihargai dan memiliki tujuan hidup. Mereka juga memerlukan ruang untuk terus berkarya demi mempertahankan rasa percaya diri.

Investasi Kesehatan Mental dan Fisik

Penuaan bahagia memerlukan proses panjang dan tidak instan. Berbagai aspek pendukung harus dibangun sejak usia produktif, termasuk keseimbangan kesehatan fisik dan mental.

“Itulah mengapa harus investasi kesehatan mental dan fisik sejak muda. Pertahankan relasi yang bermakna dan kita juga harus mempertahankan relevansi diri,” ujar Hoshael.

>>> Mentan Amran Minta Polisi Kawal Harga TBS Sawit

Langkah investasi kesehatan mental dapat dilakukan melalui pengelolaan stres, menjaga keseimbangan hidup, dan melatih kemampuan beradaptasi. Sementara kesehatan fisik dijaga dengan pola hidup sehat.

Modal penting lainnya adalah memelihara hubungan berkualitas dengan keluarga, sahabat, dan lingkungan sosial sebagai sumber dukungan di masa depan.

Memelihara Rasa Ingin Tahu

Masyarakat juga diimbau untuk terus menjaga rasa ingin tahu dan tidak takut mengeksplorasi hal baru meski usia bertambah.

“Kita harus pertahankan hobi, tidak takut mencoba hal baru dengan level of excitement dan energi yang ada sekarang,” ucap Hoshael.

Bertambahnya usia bukan alasan untuk berhenti mencari kebahagiaan atau menemukan minat baru. Setiap fase kehidupan menawarkan peluang belajar.

Penurunan kapasitas fisik seiring usia adalah hal wajar, namun tidak membatasi seseorang untuk menikmati hidup.

“Memang energinya enggak sama seperti dulu, tapi bukan berarti kita enggak bisa ngelakuin hal-hal itu,” ujarnya.

>>> Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta untuk Liga 2026/2027

Melalui penyesuaian aktivitas sesuai kondisi tubuh, seseorang dapat tetap menjalani masa tua secara aktif, produktif, dan penuh makna.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru