Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama masa libur sekolah tahun ajaran 2026.
Langkah ini diambil untuk menghemat anggaran negara.
>>> BI Perpanjang Keringanan Kartu Kredit hingga Desember 2026
Kebijakan penyesuaian operasional tersebut diklaim mampu menciptakan efisiensi anggaran yang signifikan, mencapai lebih dari Rp3 triliun.
Hal ini disampaikan Wakil Kepala BGN, Sari, di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026).
Pada 17 Juni 2026, BGN menerbitkan Surat Edaran Nomor 12 Tahun 2026 tentang penyesuaian operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama periode hari libur.
Surat edaran ini menjadi dasar penghentian sementara distribusi MBG.
Wakil Kepala BGN Agustina Arumsari menjelaskan bahwa penutupan sementara ini merupakan upaya optimalisasi tata kelola operasional dan standarisasi pelaksanaan program.
"Kami ingin melakukan tata kelola kembali, penataan kembali, sehingga mengambil momentum liburan sekolah ini," ujar Sari.
>>> Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Acuan Jadi 5,75 Persen
Penghentian pasokan makanan berdampak langsung pada pemotongan insentif operasional bagi seluruh SPPG yang tidak beroperasi selama liburan.
"Kalau kita melihat angka jumlah SPPG yang telah beroperasi, dikalikan dengan insentif per hari selama 18 hari, maka kita sudah bisa melakukan efisiensi insentif SPPG sebesar Rp3.004.560.000.000," ungkap Sari.
Selain penghematan dari sektor operasional, BGN juga tengah mengevaluasi ulang daftar sekolah penerima manfaat program.
"Anggaran yang tadinya untuk di situ, kita akan memfokuskan untuk program MBG kepada anak-anak yang memerlukan intervensi pemenuhan gizi," jelas Sari.
BGN mencatat terdapat 76 sekolah di Pulau Jawa dengan puluhan ribu siswa mandiri yang datanya akan terus diperbarui berdasarkan indikator kerentanan sosial ekonomi.
>>> Tips Memasang GPS Tracker Mobil untuk Keamanan Optimal
"Program Makan Bergizi Gratis ini harus benar-benar efektif diberikan kepada yang tepat sasaran dan efisien dalam penggunaan anggaran negara," imbuh Sari.