Universitas Negeri Jakarta (UNJ) secara konsisten menerima 15 hingga 30 mahasiswa disabilitas setiap tahunnya.
Jumlah total mahasiswa disabilitas yang tengah menempuh studi di kampus tersebut saat ini sudah mencapai lebih dari 100 orang.
>>> Luis Diaz Cetak Gol dan Assist dalam Debut Piala Dunia 2026
Hal ini disampaikan oleh Asep Supena, Tim Pendidikan Tinggi Inklusif Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi sekaligus Dosen UNJ, dalam acara Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Senayan, Jakarta, pada Kamis (18/6/2026).
Menurut Asep, UNJ mengintegrasikan penerimaan mahasiswa disabilitas melalui jalur reguler seperti SNBP, SNBT, hingga jalur mandiri.
"Nah kalau melalui jalur umum itu mereka diterima, alhamdulillah mereka bisa masuk melalui jalur yang umum," jelasnya.
Seleksi Khusus bagi Calon Mahasiswa Disabilitas
Apabila kuota belum terpenuhi dan jumlah pendaftar disabilitas dari jalur umum masih minim, pihak kampus akan membuka seleksi khusus.
Seleksi ini ditujukan bagi calon mahasiswa disabilitas yang belum berhasil lolos pada jalur reguler.
>>> Juru Parkir Lansia Gagalkan Perampokan Mobil Nasabah Bank di Brebes
Asep menjelaskan, "Jadi (calon) mahasiswa disabilitas yang gagal tadi masuk melalui jalur macam-macam itu, kita undang lagi mereka untuk diwawancarai secara khusus."
Proses wawancara ini difokuskan untuk menggali motivasi, minat, serta kapasitas akademik calon mahasiswa.
Hasil penilaian dari wawancara menjadi penentu kelulusan. "Tidak semua juga diterima, karena bergantung dari hasil wawancara.
Kalau minatnya cukup kuat, kapasitas juga memadai, baru itu kemudian bisa diterima," urai Asep.
Pendaftaran Seleksi Mandiri Disabilitas UNJ 2026 masih dibuka sejak 25 Mei hingga 10 Juli 2026 melalui laman resmi Penmaba UNJ.
>>> Kemendagri Dorong Sinergi Antarwilayah Antisipasi El Nino 2026-2027
Ujian tulis dan wawancara psikologi dijadwalkan pada 18 Juli 2026, dengan pengumuman hasil pada 30 Juli 2026.
