⌂ Beranda News Iran dan AS Tandatangani Perjanjian Damai Bersejarah

Iran dan AS Tandatangani Perjanjian Damai Bersejarah

Iran dan AS Tandatangani Perjanjian Damai Bersejarah
Penandatanganan perjanjian damai antara Iran dan Amerika Serikat
A A Ukuran Teks16px

Presiden Iran Masoud Pezeshkian dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah menandatangani kesepakatan damai bersejarah untuk mengakhiri perang antara kedua negara.

Penandatanganan berlangsung pada Rabu (17/6/2026) malam waktu setempat. Kesepakatan ini difasilitasi oleh Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif sebagai mediator.

>>> UNJ Terima 15-30 Mahasiswa Disabilitas Setiap Tahun, Total Kini Capai 100 Orang

Dokumen Memorandum of Understanding (MoU) Islamabad ditandatangani Trump di Istana Versailles, Prancis, seusai pertemuan KTT G7.

Pezeshkian menyebutnya sebagai dokumen bersejarah dan pesan bahwa perdamaian dapat tercapai di bawah rasa saling menghormati.

Trump menandatangani dokumen saat jamuan makan malam bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron. Setelah keluar dari istana, ia memberikan pernyataan singkat, "Baru saja menandatanganinya."

Iran Akan Pantau Implementasi Kesepakatan

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, mengonfirmasi bahwa naskah kesepakatan telah ditandatangani kedua kepala negara. Ia menyatakan fokus berikutnya adalah menguji implementasi perjanjian oleh Amerika Serikat.

>>> Luis Diaz Cetak Gol dan Assist dalam Debut Piala Dunia 2026

Teheran menegaskan akan memantau secara ketat kepatuhan Washington terhadap poin-poin kesepakatan. Baqaei mengingatkan bahwa mengawal gencatan senjata akan lebih menantang daripada penyusunan dokumen.

"Fakta bahwa kita telah menandatangani perjanjian untuk mengakhiri perang tidak berarti kita melupakan masa lalu atau meninggalkan pelajaran berharga," kata Baqaei.

Pemerintah Iran menambahkan bahwa rekam jejak kepatuhan internasional menjadi perhatian utama. Iran merasa perlu memastikan penegakan komitmen berjalan seimbang.

Baqaei menyatakan bahwa implementasi perjanjian internasional selalu lebih sulit daripada penyusunannya, terutama dengan pihak yang tidak berkomitmen. Iran juga memperingatkan akan mengambil langkah balasan jika AS melanggar kesepakatan.

>>> Juru Parkir Lansia Gagalkan Perampokan Mobil Nasabah Bank di Brebes

"Jika Amerika Serikat gagal melaksanakan komitmen mereka, kami pun akan gagal. Bukan berarti kami memenuhi komitmen sementara pihak lain menghindari kewajibannya," tegasnya.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru