⌂ Beranda News Apple Berpotensi Naikkan Harga iPhone 18 Pro Hingga Rp5 Juta

Apple Berpotensi Naikkan Harga iPhone 18 Pro Hingga Rp5 Juta

Apple Berpotensi Naikkan Harga iPhone 18 Pro Hingga Rp5 Juta
Ilustrasi iPhone 18 Pro dengan label harga naik
A A Ukuran Teks16px

Apple berpotensi menaikkan harga iPhone terbaru secara signifikan, mencapai hampir Rp5 juta, menjelang akhir tahun ini.

Lonjakan harga dipicu oleh melambungnya biaya produksi komponen memori dan penyimpanan di pasar global.

>>> Kebijakan The Fed Tekan Harga Ethereum hingga Merosot

Firma riset TechInsights memperkirakan Apple perlu menaikkan harga iPhone 18 Pro sekitar 270 dolar AS atau setara Rp4,8 juta (kurs Rp17.848 per dolar AS) untuk menjaga margin keuntungan.

Kebutuhan peningkatan kapasitas RAM guna mendukung fitur kecerdasan buatan (AI) baru turut memperparah tekanan biaya.

Laporan dari The Wall Street Journal menyebut penyesuaian harga signifikan tidak dapat dihindari jika Apple ingin mempertahankan angka keuntungan saat ini.

CEO Apple Tim Cook menyatakan perusahaan telah berupaya menahan biaya produksi, namun kondisi pasar tidak lagi memungkinkan.

"Sayangnya, kenaikan harga tidak dapat dihindari.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin untuk meredam lonjakan biaya yang dibebankan kepada kami dan melindungi pelanggan, tetapi situasinya sudah tidak berkelanjutan," kata Tim Cook.

Apple belum memberikan rincian resmi mengenai nominal kenaikan harga maupun lini produk yang terdampak.

>>> Penjualan Ritel Daihatsu Naik 25 Persen pada Mei 2026

Namun, analis memproyeksikan penyesuaian harga akan menyasar iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max yang diprediksi meluncur pada September, serta berpotensi berdampak pada iPad dan Mac.

Kondisi ketatnya pasokan chip memori global dipicu oleh ledakan permintaan dari perusahaan teknologi besar untuk melatih dan menjalankan model AI generatif.

"Pasokan semakin sedikit ketika konsumen tetap membutuhkan perangkat, sementara produsen memori meneruskan kenaikan harga yang sangat besar kepada kami," ujar Cook.

Cook menilai krisis pasokan dan lonjakan harga komponen saat ini sebagai fenomena luar biasa yang belum pernah terjadi sebelumnya.

"Saya belum pernah melihat kondisi seperti ini di bidang apa pun selama lebih dari 40 tahun," lanjutnya.

Tekanan biaya akibat kenaikan harga chip memori dan penyimpanan tidak hanya berdampak pada Apple.

>>> JD Vance Kecam Pejabat Israel yang Kritik MoU Damai AS-Iran

Berdasarkan data dari MacRumors, vendor teknologi raksasa lain seperti Samsung, Microsoft, Sony, Dell, HP, Nintendo, dan Valve juga menghadapi tantangan serupa di pasar global.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru