Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir menegaskan bahwa ajang balap motor MotoGP Indonesia 2026 di Mandalika, Nusa Tenggara Barat, menjadi instrumen strategis untuk memperkuat posisi negara sebagai destinasi wisata olahraga berkelas dunia.
Pelaksanaan gelaran bergengsi ini diharapkan membawa dampak positif yang luas bagi sektor pariwisata dan ekonomi nasional, serta bidang olahraga.
>>> Surabaya Perluas Parkir Digital untuk Tingkatkan Pendapatan Daerah
Menpora Erick Thohir menyatakan bahwa Pertamina Grand Prix of Indonesia atau MotoGP Indonesia bukan sekadar ajang olahraga, melainkan momentum untuk memperkuat citra Indonesia (nation branding) serta posisi Mandalika, Lombok, dan NTB sebagai destinasi sport tourism kelas dunia.
Pemerintah memberikan dukungan penuh pada seri kelima ini, mengingat kesuksesan tahun sebelumnya telah menjadi standar profesionalisme.
Pada perhelatan tahun 2025, ajang ini berhasil menciptakan perputaran ekonomi di Nusa Tenggara Barat mencapai Rp2 triliun hingga Rp4 triliun.
Total penonton mencapai 140.324 orang, dengan dampak ekonomi nasional menembus Rp4,96 triliun, melibatkan lebih dari 600 UMKM dan membuka lapangan kerja bagi sekitar 3.000 tenaga kerja lokal.
>>> Kredit Perbankan Mei 2026 Melonjak 11,51%, Sektor Investasi Jadi Motor Penggerak
Selain itu, ekosistem olahraga otomotif di tanah air diharapkan meluas melalui ajang ini, menjadi rujukan bagi sekolah balap, klub, hingga komunitas motorsport di Indonesia.
Optimisme tinggi diarahkan pada balapan yang akan digelar Oktober mendatang, di mana sport tourism telah masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
Sinergi lintas sektor diyakini akan memastikan kesuksesan ajang ini, yang terbukti mampu meningkatkan pertumbuhan penonton, dampak ekonomi, dan menciptakan talenta.
>>> Satpam Supermarket Tambora Ditangkap Curi Sembako untuk Judi Online
Peningkatan kualitas secara berkelanjutan menjadi fokus utama pemerintah agar tujuan jangka panjang dari pelaksanaan acara internasional ini dapat tercapai sepenuhnya.