China resmi meluncurkan sistem jaringan komunikasi darurat nasional yang dirancang untuk menjaga konektivitas ponsel saat bencana alam melanda.
Sistem ini diperkenalkan oleh Pusat Dukungan Komunikasi Darurat di bawah Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi China (MIIT) bersama operator seluler lokal.
>>> Pemprov Jabar Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil di Berbagai Daerah
Ketika bencana seperti banjir, gempa, atau tanah longsor mengganggu jaringan lokal, pengguna tidak perlu mengganti kartu SIM atau perangkat.
Ponsel akan otomatis mendeteksi dan terhubung ke jaringan khusus bernama "National Emergency Communication" milik pemerintah.
Melalui jaringan ini, pengguna tetap bisa melakukan panggilan, mengirim SMS, dan mengakses internet seluler.
Platform ini mengandalkan base station yang kompatibel secara lintas operator, melayani pelanggan China Telecom, China Mobile, dan China Unicom.
Sistem juga memungkinkan pengelolaan berbagai perangkat komunikasi darurat dari satu pusat, termasuk base station drone, perangkat portabel, base station kendaraan, dan sistem komunikasi kapal.
Perangkat-perangkat tersebut dapat dikerahkan dan diaktifkan dengan cepat di wilayah terdampak bencana.
>>> Bareskrim Polri Tangkap Pengendali Uang Fredy Pratama di Malaysia
Otoritas China menyatakan sistem terpadu ini meningkatkan fleksibilitas dan mempercepat respons saat bencana besar.
Roadmap Penanggulangan Bencana 2026-2030
Peluncuran jaringan ini sejalan dengan rencana modernisasi sistem tanggap darurat China untuk periode 2026-2030 yang baru dirilis Dewan Negara China.
Dokumen tersebut menargetkan transformasi dari respons setelah kejadian menjadi pendekatan pencegahan risiko sejak dini.
China juga menargetkan peningkatan kemampuan penanganan bencana, mitigasi risiko, keselamatan kerja, dan penguatan sistem tanggap darurat berbasis teknologi.
Pemerintah menargetkan kemajuan signifikan dalam modernisasi sistem manajemen darurat pada 2030.
>>> Cara Daftar SPMB NTT 2026 Jenjang SMA dan SMK
Pada tahun tersebut, kemampuan respons terhadap keadaan darurat besar, terutama di tingkat daerah, diharapkan meningkat signifikan.