Ketua DPP PDIP Ganjar Pranowo menegaskan bahwa partainya berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang.
Pernyataan ini disampaikan untuk merespons permintaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) agar sikap politik PDIP tidak abu-abu.
>>> Joko Widodo Tanggapi Isu Gabung PSI: Ada Mekanisme Partai
Ganjar menjelaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil mekanisme organisasi tertinggi partai dan telah disampaikan secara terbuka kepada publik.
"Posisi PDI Perjuangan justru sangat jelas, kami berada di luar pemerintahan dan menjalankan fungsi penyeimbang. Jadi, tidak ada yang abu-abu," ujarnya.
Meski berada di luar pemerintahan, Ganjar menegaskan bahwa PDIP tidak serta-merta menolak semua program pemerintah.
Sikap kritis akan diberikan, namun dukungan juga akan mengalir jika program tersebut berdampak positif bagi masyarakat.
Ia mencontohkan program seperti MBG, KDMP, pendidikan, kesehatan, dan penanganan bencana. "Checks and balances adalah fondasi demokrasi yang sehat," kata Ganjar.
Ganjar juga menanggapi dinamika politik nasional dengan menyebut bahwa posisi politik partai tidak selalu berpatokan pada peta persaingan pemilu sebelumnya.
Ia menghormati hak politik setiap partai untuk menentukan posisinya.
PDIP menilai tidak perlu mendapatkan sertifikat kejelasan sikap dari partai lain. Ganjar menyarankan agar setiap partai fokus mengedukasi publik mengenai arah kebijakannya masing-masing.
"Akan lebih bijak jika setiap partai fokus menjelaskan sikap politiknya sendiri, bukan mendefinisikan sikap partai lain. PDI Perjuangan tidak membutuhkan sertifikat kejelasan politik dari pihak mana pun," ujarnya.
>>> China Luncurkan Sistem Jaringan Komunikasi Darurat Nasional
Fokus utama PDIP saat ini adalah menjaga rekam jejak yang konsisten demi kepentingan publik.
Ganjar menekankan bahwa ukuran terpenting bukanlah berada di dalam atau di luar pemerintahan, melainkan konsisten memperjuangkan kepentingan rakyat.
Ganjar juga menyindir pihak yang terkesan mendikte konsistensi berpolitik, padahal sebelumnya berada di posisi berseberangan.
"Yang membingungkan publik bukan partai yang konsisten menjadi penyeimbang, melainkan siapa yang pernah berhadapan, dan siapa yang akhirnya bergabung, lalu menggurui pihak lain soal konsistensi.
Mari kita saling bercermin," imbuhnya.
Penegasan ini dipicu oleh desakan dari internal PKB sebelumnya.
Ketua Fraksi PKB DPR Jazilul Fawaid meminta PDIP mengambil sikap tegas, baik sebagai oposisi maupun pendukung pemerintah, agar tidak membingungkan masyarakat.
"Saya harap, mengambil sikap yang tegas saja. Kalau di oposisi, oposisi.
>>> Pemprov Jabar Prioritaskan Pembangunan Masjid Kecil di Berbagai Daerah
Jangan abu-abu," kata Jazilul.