Banyak orang tua terkejut saat anak mereka tiba-tiba menjadi lebih sensitif, mudah marah, atau sering menangis di usia 7 hingga 8 tahun.
Perubahan suasana hati mendadak ini kerap menimbulkan kekhawatiran akan adanya masalah tertentu.
>>> Konsumsi BBM Peugeot Lawas Era 1990-an: Irit di Tol, Boros di Macet
Para ahli menyatakan bahwa kondisi tersebut merupakan bagian alami dari fase perkembangan yang disebut adrenarke. Adrenarke adalah masa transisi hormonal sebelum pubertas dimulai.
Fase ini ditandai oleh lonjakan produksi hormon androgen, khususnya DHEA, oleh kelenjar adrenal.
Adrenarke umumnya berlangsung pada rentang usia 6 hingga 9 tahun, jauh sebelum tanda fisik pubertas tampak.
Mendiang Profesor George Patton, psikiater anak dan remaja dari Murdoch Children's Research Institute, menjelaskan urgensi periode ini.
"Kami kini mulai melihat adrenarke sebagai fase perkembangan penting ketika anak membangun fondasi emosional dan metabolik untuk masa remaja," katanya.
Menurut Patton, pada masa inilah anak mulai membentuk konsep diri yang akan terus dibawa hingga remaja dan dewasa.
>>> TNI AU Kirim Lima Ton Bantuan Logistik ke Krayan Nunukan
Lonjakan hormon adrenal ini termasuk neurosteroid yang langsung memengaruhi jalur saraf pengolah emosi di otak.
Dampaknya, anak menjadi lebih mudah tersinggung, marah tanpa pemicu jelas, atau menangis karena persoalan kecil.
Situasi ini diperparah oleh keterbatasan kemampuan emosional anak yang belum matang mengekspresikan perasaan melalui kata-kata.
Kepekaan Sosial dan Konflik Teman Sebaya
Fase adrenarke juga meningkatkan sensitivitas anak terhadap lingkungan sosial dan interaksi dengan teman sebaya. Hubungan pertemanan mulai memegang kendali besar atas perasaan mereka.
Konflik kecil atau perasaan tidak diterima kelompok terasa jauh lebih menyakitkan. Anak-anak juga rentan mengalami kecemasan baru, seperti gugup tampil di depan kelas atau takut kehilangan teman.
Manifestasi adrenarke tidak selalu sama pada setiap anak karena dipengaruhi faktor biologis, kepribadian, lingkungan keluarga, hingga manajemen stres.
>>> Otorita IKN dan Korea Selatan Bangun SCCC Senilai Rp115 Miliar
Orang tua disarankan memberikan ruang bercerita, mendengarkan tanpa menghakimi, dan membantu anak mengenali emosi mereka.