Mobil Peugeot keluaran 1990-an hingga kini masih memiliki penggemar setia di Indonesia.
Karakter berkendara khas Eropa yang nyaman menjadi daya tarik utama model seperti Peugeot 206, 306, dan 405.
>>> TNI AU Kirim Lima Ton Bantuan Logistik ke Krayan Nunukan
Bagi yang berniat memelihara mobil antik asal Prancis ini, aspek konsumsi bahan bakar minyak (BBM) perlu dipahami sejak awal.
Efisiensinya tentu berbeda jauh dengan kendaraan modern.
Pemilik bengkel spesialis Peugeot EngineBlock Autoworks di Bintaro, Tangerang Selatan, Hadi Taruna, mengingatkan agar tidak menyamakan efisiensi mobil tua berusia lebih dari 20 tahun dengan mobil masa kini.
"Kalau kita bicara mobil-mobil Eropa, terutama yang usianya sudah tua, sekitar 20 tahun lebih, jangan berharap konsumsi BBM-nya bisa sangat irit," ujar Hatar kepada Kompas.
com.
Menurut Hatar, fokus pabrikan mobil Eropa saat itu adalah kenyamanan dan pengalaman berkendara optimal. Sistem mekanis yang diusung juga masih sederhana.
Faktor rute dan situasi jalan sangat memengaruhi tingkat konsumsi BBM Peugeot lawas. Saat dipacu di area perkotaan padat dengan kondisi stop and go, asupan bahan bakarnya tinggi.
>>> Otorita IKN dan Korea Selatan Bangun SCCC Senilai Rp115 Miliar
"Kalau ditanya konsumsi BBM sekarang, untuk kondisi stop and go rata-rata sekitar 1:6 sampai 1:7 km per liter," ujar Hatar.
Angka ini berlaku untuk mayoritas Peugeot era 1990-an hingga 2000-an seperti 206, 306, 405, dan 406.
Namun, konsumsi BBM bisa membaik signifikan saat mobil melintasi jalur luar kota. Perjalanan jarak jauh memberi ruang bagi mesin bekerja dalam ritme konstan.
"Tapi kalau dipakai perjalanan jauh bisa lebih irit.
Karena rasio campuran udara dan bahan bakar pada mobil Peugeot saat kecepatan tinggi cenderung lebih efisien," kata Hatar.
"Makanya kalau long trip konsumsi BBM bisa sekitar 1:12 sampai 1:14. Paling rendah sekitar 1:12 dan bisa sampai 1:14," ujarnya.
Artinya, satu liter bensin habis untuk jarak 6-7 kilometer saat macet. Sebaliknya, satu liter bensin mampu menempuh 12-14 kilometer di jalan bebas hambatan.
>>> Panitia Kirab Mangkunegaran Bantah Beri Izin Pria Berkebaya
Keputusan memboyong Peugeot lawas pada akhirnya bukan didasari efisiensi bahan bakar. Mobil ini lebih ditujukan bagi loyalis yang ingin merasakan sensasi berkendara otentik.