>>> Harga Minyak Dunia Melonjak Akibat Pembatalan Dialog Damai AS-Iran
Senada dengan hal itu, pengguna BYD M6, Rima, menyatakan bahwa aspek keandalan pasokan listrik menjadi faktor krusial bagi para pemilik mobil listrik, khususnya yang mengandalkan sistem pengisian daya di rumah.
"Kalau pemadamannya hanya beberapa jam mungkin masih bisa diantisipasi.
Tapi kalau sering terjadi atau berlangsung lama, tentu pengguna mobil listrik akan mulai khawatir karena rutinitas pengisian daya bisa terganggu," kata Rima.
Kemudahan dalam melakukan pengisian ulang daya secara mandiri di rumah menjadi salah satu daya tarik utama yang mendorong konsumen berpindah dari kendaraan konvensional.
Pemilik MG ZS EV, Haris Skuarino, berpendapat bahwa permasalahan pasokan daya nasional semestinya bisa dimitigasi sejak awal lantaran status Indonesia sebagai salah satu negara produsen batu bara terbesar di dunia.
"Ini aneh bin ajaib sih. Isu itu harusnya bisa beres karena kita penghasil batu bara.
Mungkin persoalannya ada di kualitas batu bara yang dibutuhkan pembangkit dan harga yang belum cocok dengan PLN," kata Haris.
Terkait pemenuhan bahan baku pembangkit, Menteri ESDM sempat memaparkan data mengenai target kebutuhan batu bara untuk PLN pada tahun 2026 yang menyentuh angka 154 juta ton.
Pemerintah menyebutkan bahwa pasokan energi untuk pembangkit masih berada dalam batas aman karena mayoritas dari total volume kebutuhan tersebut sudah diikat melalui kesepakatan resmi.
"Dari 190 juta ton yang sudah dilakukan konfirmasi kurang lebih sekitar 150-160 juta ton. Dan sudah dilakukan kontrak sebesar 134 juta ton.
>>> Jadwal Libur Kenaikan Kelas 2026 di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi
Artinya dari total kebutuhan PLN 154 yang sudah dikontrak 134 berarti kan tinggal kurang 20 (juta ton) yang belum dikontrakkan," ujar Bahlil dalam Raker, Senin (15/6/2026).