Asosiasi Sepak Bola Korea Selatan (KFA) melayangkan protes resmi setelah kapten tim nasional Son Heung-min diduga menjadi sasaran ejekan oleh oknum jurnalis mengenai status wajib militernya.
Insiden itu terjadi di Guadalajara, Meksiko, pada Minggu (15/6/2026) di tengah bergulirnya kompetisi Piala Dunia 2026.
>>> Dani Olmo Minta Publik Tenang Usai Spanyol Imbang di Piala Dunia 2026
Akibat ketegangan tersebut, Son Heung-min dilaporkan menolak berbicara kepada pers pascakemenangan timnya atas Republik Ceko.
Sejumlah sesi wawancara pemain lain juga dibatalkan. Skuad Taegeuk Warriors bahkan melakukan boikot media.
Pernyataan Resmi KFA
Pihak KFA langsung mengambil langkah tegas dengan merilis pernyataan tertulis guna merespons tindakan tidak simpatik dari beberapa awak media asing di lokasi latihan tim.
"Korea Football Association menyesalkan komentar tidak pantas yang dibuat oleh beberapa personel media selama sesi latihan tim nasional di pemusatan latihan Guadalajara," demikian bunyi pernyataan KFA.
>>> FIFA Siapkan Strategi Atasi Kursi Kosong Piala Dunia 2026
Kekecewaan mendalam dirasakan oleh seluruh anggota tim. Mereka menganggap percakapan bocor tersebut mengganggu konsentrasi dalam mengharumkan nama bangsa di turnamen internasional.
"Kami menghormati pekerjaan jurnalis dan peran media.
Namun, kami juga akan terus memprioritaskan perlindungan terhadap para pemain dan menciptakan lingkungan media yang sehat," lanjut pernyataan tersebut.
Status Wajib Militer Son Heung-min
Berdasarkan regulasi domestik Korea Selatan, pembebasan wajib militer penuh yang diterima penyerang Los Angeles FC tersebut bersifat legal berkat raihan medali emas Asian Games 2018.
>>> Apple Peringatkan Harga iPhone Mendatang Bakal Semakin Mahal
Son sendiri tercatat telah menyelesaikan pelatihan militer dasar selama tiga pekan bersama Korps Marinir pada tahun 2020 silam.
