Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) bakpao gandum RoyalKueID di Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, berhasil mengembangkan bisnis rumahan hingga menyewa toko dua lantai.
Pertumbuhan usaha kuliner milik Yusnianti ini didukung oleh program pelatihan digital terpadu melalui platform LinkUMKM milik PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI.
>>> Kurs Rupiah Terhadap Dollar AS 20 Juni 2026: Mandiri, BCA, BNI
Usaha yang dirintis sejak akhir tahun 2023 ini kini mampu memproduksi rata-rata hingga 3.000 biji bakpao per bulan dengan harga jual sekitar Rp20.000 per buah.
Yusnianti memulai bisnisnya melalui sistem pesanan pra-pesan (PO) kepada teman dan keluarga dari rumah.
Peningkatan kapasitas usaha ini tercapai berkat keikutsertaannya dalam berbagai kelas pelatihan gratis yang disediakan oleh Rumah BUMN.
Melalui platform tersebut, ia mendapatkan dukungan dalam hal tampilan produk dan kesempatan pameran di luar.
Fasilitas pameran berskala nasional dari platform tersebut membuka kesempatan kolaborasi antar-pelaku usaha sekaligus mendongkrak angka penjualan harian toko.
Yusnianti merasakan kesempatan untuk mengikuti expo di kantor pemerintahan dan expo nasional lainnya.
Melalui ajang Imlek Festival, bisnis bakpao berlisensi halal ini juga sempat berkolaborasi dengan produk UMKM mode dan kosmetik di panggung pertunjukan.
Kolaborasi ini terjalin setelah adanya tantangan dari wakil menteri ekraf untuk saling berkolaborasi.
Volume penjualan tertinggi diraih saat mengikuti bazar di Lemhannas serta kegiatan olahraga di Jakarta yang memicu pesanan sistem pra-pesan.
>>> Sikap Politik PDI Perjuangan di Luar Pemerintahan Jadi Sorotan Parpol
Lonjakan penjualan hingga menyentuh angka 1.000 buah dalam waktu singkat diakui terjadi karena adanya momentum pameran.
Pelatihan berkala dari para praktisi juga membantu pelaku usaha yang kini memiliki empat karyawan tersebut dalam menyusun konten media sosial.
Ia kini mengerti cara mencari konten yang menarik berkat sesi tanya jawab dengan para praktisi.
Yusnianti merasa beruntung memperoleh program pendampingan intensif yang dikhususkan bagi unit usaha potensial pilihan.
Pihak manajemen BRI menegaskan bahwa program pendampingan ini dirancang terstruktur mulai dari pemahaman dasar bisnis hingga perluasan jaringan pasar eksternal.
Direktur Micro BRI, Akhmad Purwakajaya, menyatakan bahwa LinkUMKM membuka kesempatan bagi pelaku usaha untuk mengikuti pelatihan yang relevan dengan kebutuhan bisnis.
Hal ini mencakup penguatan dasar hingga peningkatan kapasitas untuk berkembang.
Koordinator Rumah BUMN Jakarta, Jajang Rohmana, menambahkan bahwa di Rumah BUMN, para pelaku usaha mendapatkan pelatihan untuk mempertajam skill kewirausahaan, pendampingan digital, hingga akses permodalan dan jejaring pasar.
>>> Sinarmas Sekuritas Rekomendasikan Beli Saham Estika Tata Tiara (BEEF)
Pemberdayaan difokuskan untuk mendorong standarisasi bisnis lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional.