⌂ Beranda News PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang dan Kritik Dominasi Koalisi DPR

PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang dan Kritik Dominasi Koalisi DPR

PDIP Tegaskan Posisi Penyeimbang dan Kritik Dominasi Koalisi DPR
Logo PDIP atau gedung DPR RI
A A Ukuran Teks16px

Ketua DPP PDIP Said Abdullah meluruskan bahwa posisi penyeimbang diambil demi kepentingan masyarakat luas. Keputusan ini diambil dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PDIP.

Said menekankan arahan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri agar fraksi PDIP bersikap objektif-proporsional. "Kalau pemerintah kinerja dan kebijakannya bagus untuk rakyat, sudah seharusnya PDIP memberikan dukungan hingga 2029," tuturnya.

Sebaliknya, pengawasan ketat berupa kritik membangun akan diberikan jika program kerja eksekutif dinilai kurang berpihak pada publik. "Kalau kebijakan dan kinerjanya kurang bagus, kami mengingatkan secara konstruktif," tambahnya.

Desakan dari Partai Koalisi

Sebelumnya, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Muhamad Sarmuji mempertanyakan efektivitas fungsi penyeimbang yang digaungkan PDIP. "Yang jelas sampai sekarang PDIP tidak masuk di pemerintahan.

Kalau praktik penyeimbang itu soal lain," ujarnya.

Wakil Ketua Umum DPP PKB Jazilul Fawaid juga meminta PDIP mengambil sikap tegas. "Kalau memang berada di posisi oposisi, ya oposisi saja, jangan bersikap abu-abu," katanya.

Sekjen BM PAN Slamet Aryadi mengkritik dugaan keterlibatan PDIP dalam mobilisasi unjuk rasa mahasiswa.

"Adanya dugaan keterlibatan PDIP dalam aksi-aksi mahasiswa tersebut menimbulkan pertanyaan publik mengenai konsistensi sikap politik PDIP," ujarnya.

>>> Kemenhaj Pulangkan 121.301 Jemaah dan Petugas Haji ke Indonesia

Bendahara Umum NasDem Ahmad Sahroni meminta PDIP beroposisi secara total. "Jangan cuma mau senangnya aja, tapi pada saat susah enggak mau gitu," kata Sahroni.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru