⌂ Beranda › News › Menkes Budi Gunadi Ingatkan Kandungan Natrium Tinggi di Siomay, Bakso, dan Soto Betawi
News

Menkes Budi Gunadi Ingatkan Kandungan Natrium Tinggi di Siomay, Bakso, dan Soto Betawi

Siomay dengan bumbu kacang yang mengandung natrium tinggi
Siomay dengan bumbu kacang yang mengandung natrium tinggi
A A Ukuran Teks16px

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap kandungan natrium pada makanan favorit seperti siomay, bakso, dan soto Betawi.

Peringatan ini disampaikan melalui unggahan Instagram pribadinya pada Sabtu (20/6/2026) berdasarkan hasil laboratorium dengan metode Nutri-Level.

Hasil pemeriksaan menunjukkan satu porsi siomay mengandung 1.600 miligram natrium, yang sebagian besar berasal dari bumbu kacang.

Angka ini mendekati batas maksimal konsumsi harian yang dianjurkan, yaitu 2.000 miligram per hari.

"Hasil lab untuk satu porsi ternyata mencapai 1.600 miligram natrium. Padahal sehari maksimal hanya boleh 2.000 miligram per hari," kata Budi Gunadi Sadikin.

Menkes menegaskan bahwa risiko hipertensi bukan berasal dari bahan utama siomay, melainkan dari bumbu kacang. "Makan siomay satu piring seperti ini setiap hari kemungkinan besar kena hipertensi.

Penyebabnya bukan siomaynya yang utama, tapi bumbu kacang," ujarnya.

Selain siomay, pengujian juga dilakukan pada bakso dan soto Betawi.

Satu mangkuk bakso mengandung sekitar 1.000 miligram natrium yang banyak tersimpan pada kuah kaldu, sedangkan satu porsi soto Betawi mengandung 706 miligram natrium dari campuran santan, kaldu, dan jeroan.

Banyak masyarakat yang keliru menganggap hipertensi hanya disebabkan oleh garam dapur. Padahal, natrium juga terkandung dalam berbagai makanan.

"Banyak orang mengira penyebab hipertensi adalah garam dapur. Padahal apa pun yang kita makan itu ada natriumnya.

Ini penyebab hipertensi," jelas Budi Gunadi Sadikin.

Sebagai langkah antisipasi, masyarakat disarankan untuk mengubah kebiasaan makan dengan lebih berfokus pada sumber protein.

Mengurangi konsumsi bumbu kacang dan tidak menghabiskan kuah hingga tetes terakhir menjadi solusi praktis.

"Kalau teman-teman mau makan siomay, ingat fokusnya ambil proteinnya saja, bumbunya enggak banyak. Biar kita dapat protein tapi enggak dapat banyak garam," ujar Budi Gunadi Sadikin.

Melalui penilaian Nutri-Level, bakso dan soto Betawi masuk kategori C, sementara siomay mendapat predikat kategori D karena kadar garamnya paling tinggi.

Sistem ini dirancang untuk memantau berbagai unsur nutrisi kritikal di dalam makanan, termasuk gula, garam, dan lemak.

🔗 Berita Terkait
📰 Update Terbaru