⌂ Beranda News Bitcoin Melemah Pasca Pertemuan FOMC, Suku Bunga Acuan Dipertahankan

Bitcoin Melemah Pasca Pertemuan FOMC, Suku Bunga Acuan Dipertahankan

Bitcoin Melemah Pasca Pertemuan FOMC, Suku Bunga Acuan Dipertahankan
Grafik penurunan harga Bitcoin terkait kebijakan Federal Reserve
A A Ukuran Teks16px

Nilai bitcoin mengalami pelemahan sebagai respons pelaku pasar terhadap hasil pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) terbaru.

Pertemuan yang dipimpin Ketua Federal Reserve, Kevin Warsh, pada Minggu (21/6/2026) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuan pada kisaran 3,50 persen hingga 3,75 persen.

>>> LRT Velodrome-Manggarai Ditargetkan Rampung dan Beroperasi Agustus 2026

Sikap kebijakan yang dinilai lebih ketat (hawkish) ini memicu penyesuaian ekspektasi pasar terhadap potensi pelonggaran moneter ke depan.

Sentimen ini langsung berdampak pada arus modal institusional, di mana ETF spot Bitcoin dan Ethereum di Amerika Serikat mencatat arus keluar bersih (net outflow) mencapai 112,8 juta dolar AS.

Langkah defensif pasar ini diperparah oleh keputusan The Fed yang menghapus panduan ke depan (forward guidance).

Proyeksi kebijakan kini sepenuhnya bergantung pada data ekonomi aktual seperti inflasi dan ketenagakerjaan.

Kevin Warsh juga mengumumkan pembentukan lima gugus tugas yang melibatkan pakar internal dan eksternal.

Tim ini dibentuk untuk mengevaluasi berbagai aspek kebijakan, mulai dari komunikasi, neraca keuangan, pengendalian inflasi, hingga dampak kecerdasan buatan (AI) terhadap perekonomian global.

Dinamika Pasar dan Saran Investor

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, menilai bahwa koreksi harga yang terjadi pasca-pertemuan FOMC merupakan dinamika yang biasa terjadi di pasar global saat menghadapi perubahan kebijakan makro.

>>> Kemenhub Berikan Diskon Transportasi untuk Libur Sekolah 2026

Ia menambahkan bahwa volatilitas seperti ini bukan sesuatu yang baru bagi pasar aset kripto.

Investor disarankan untuk memahami bahwa pergerakan harga jangka pendek seringkali dipengaruhi sentimen makro, sehingga keputusan investasi sebaiknya tetap didasarkan pada riset dan strategi yang matang.

Aloysia menekankan pentingnya menyikapi fluktuasi harga secara bijak dengan tetap berpegang pada strategi investasi yang terukur.

Setiap periode volatilitas dapat menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali tujuan investasi, profil risiko, dan strategi yang digunakan.

Ia mengingatkan masyarakat untuk melakukan Do Your Own Research (DYOR), menerapkan strategi investasi berkala seperti Dollar Cost Averaging (DCA), dan menghindari keputusan yang didorong oleh fear maupun euforia pasar.

Lebih lanjut, Aloysia menyoroti pentingnya melihat prospek aset digital secara jangka panjang melalui faktor fundamental seperti adopsi teknologi blockchain, sekaligus mencermati fokus baru The Fed terhadap perkembangan kecerdasan buatan.

Ini menunjukkan bahwa bank sentral mulai memperhatikan faktor-faktor struktural baru yang berpotensi membentuk pertumbuhan ekonomi di masa depan.

>>> 11 Museum di Jakarta Gratis Selama HUT ke-499, Catat Tanggalnya!

Pergerakan pasar kripto ini melanjuti tren harga aset digital yang fluktuatif sepanjang paruh pertama tahun ini berdasarkan data historis pasar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru