>>> Tiga Wakil Afrika Tersingkir Tragis di Menit ke-86
Sebaliknya, Tiangong dioperasikan oleh China Manned Space Agency (CMSA) dan memiliki ukuran sekitar sepertiga ISS.
Namun, garis waktu kedua program mulai bersinggungan. NASA menargetkan ISS pensiun sekitar 2030.
Di sisi lain, beberapa perusahaan swasta di Amerika Serikat memang tengah mengembangkan stasiun luar angkasa komersial sebagai penerus ISS, tetapi sebagian besar masih berada dalam tahap pembangunan.
Jika proyek-proyek tersebut mengalami keterlambatan, Tiangong berpotensi menjadi satu-satunya stasiun antariksa yang dihuni manusia untuk sementara waktu.
Meski begitu, para analis menekankan bahwa skenario ini belum tentu terjadi, melainkan bergantung pada kesiapan stasiun komersial pengganti ISS.
Meski dibangun dan dikelola China, Tiangong tidak sepenuhnya tertutup bagi dunia internasional.
Menurut United Nations Office for Outer Space Affairs (UNOOSA), stasiun ini telah membuka peluang bagi eksperimen ilmiah dari berbagai negara.
Hingga kini, penelitian dari lebih dari belasan negara telah dipilih untuk dilakukan di Tiangong, termasuk dari Eropa, Asia, Amerika Latin, dan Timur Tengah.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa persaingan antariksa kini memasuki babak baru.
Jika pada era Perang Dingin kompetisi didominasi Amerika Serikat dan Uni Soviet, kini peta kekuatan mulai bergeser dengan munculnya China sebagai pemain utama.
>>> 7 Pelatih Mundur Usai Timnya Tersingkir di Piala Dunia 2026
Apabila ISS benar-benar dipensiunkan sesuai jadwal dan stasiun komersial belum siap mengambil alih, Tiangong bukan hanya akan menjadi laboratorium antariksa terbesar yang masih aktif, tetapi juga simbol perubahan keseimbangan kekuatan dalam eksplorasi luar angkasa.