⌂ Beranda News Nasib Berbalik, Profesi Bergaji Tinggi Ini Kini Paling Rentan PHK

Nasib Berbalik, Profesi Bergaji Tinggi Ini Kini Paling Rentan PHK

Nasib Berbalik, Profesi Bergaji Tinggi Ini Kini Paling Rentan PHK
Ilustrasi: Nasib Berbalik, Profesi Bergaji Tinggi Ini Kini Paling Rentan PHK
A A Ukuran Teks16px

Di sektor perbankan investasi dan konsultan manajemen papan atas, penurunan aktivitas merger dan akuisisi serta IPO global membuat posisi analis berpendapatan tinggi kehilangan urgensi.

Ancaman Nyata AI

AI tidak hanya menggeser pekerjaan kasar, tetapi juga mulai mengikis profesi kerah putih berketerampilan tinggi.

Analis hukum, pembuat kode pemrograman tingkat dasar hingga menengah, analis riset pasar, dan spesialis keuangan kini bisa direplikasi oleh AI.

Banyak perusahaan menyadari bahwa dengan mengintegrasikan AI, mereka bisa menyusutkan jumlah tim hingga separuhnya tanpa menurunkan produktivitas. Hal ini menciptakan surplus tenaga kerja ahli di pasar.

Kepala Eksekutif Janco, Victor Janulaitis, menjelaskan bahwa perusahaan menunda atau mengurangi perekrutan tenaga IT karena inflasi dan ketidakpastian ekonomi.

"Mengapa mereka harus merekrut spesialis AI untuk sesuatu yang mungkin tidak menghasilkan?" ujarnya.

Dampak Psikologis dan Finansial Gaya Hidup

Pengangguran pekerja bergaji tinggi membawa dampak signifikan terhadap gaya hidup. Mereka memiliki beban finansial seperti cicilan hunian premium, kendaraan mewah, dan biaya pendidikan anak di sekolah internasional.

Saat menganggur, kelompok ini sering mengalami lifestyle inflation shock. Mereka kesulitan menurunkan standar hidup dengan cepat, sementara tabungan semakin tergerus.

Proses pencarian kerja baru bagi eksekutif dan profesional senior memakan waktu lebih lama. Perusahaan yang melakukan efisiensi cenderung enggan merekrut kandidat overqualified karena khawatir ekspektasi gaji terlalu tinggi.

Para pengamat ketenagakerjaan menilai kondisi ini memaksa profesional untuk melakukan reskilling atau menurunkan ekspektasi kompensasi.

>>> Rafflesia Manillana Langka Ditemukan Kembali di Filipina Setelah 15 Tahun

Hal itu agar mereka bisa kembali terserap ke pasar kerja yang kini lebih kompetitif.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM