Seno menambahkan bahwa streamlining bukan sekadar pengurangan jumlah anak usaha, melainkan upaya membangun portofolio bisnis yang lebih sehat dan bernilai.
Setiap keputusan streamlining didasarkan pada evaluasi peran strategis masing-masing entitas dalam mendukung arah bisnis TelkomGroup ke depan.
Dengan portofolio yang lebih fokus dan struktur organisasi yang efisien, Telkom dapat memperkuat sinergi antar OpCo dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
Telkom memastikan seluruh proses streamlining dilakukan secara prudent, akuntabel, dan transparan dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG) dan Business Judgment Rule (BJR).
Penyesuaian sumber daya manusia dilakukan secara bertanggung jawab dengan penghormatan penuh atas hak-hak karyawan terdampak, termasuk melalui Program Early Retirement (ERP).
>>> Piala Presiden 2026: Persib vs Arema Buka Turnamen 25 Juli
Program streamlining ini merupakan bagian dari target jangka menengah hingga 2030 untuk membangun fondasi perusahaan yang solid dan memperkuat daya saing.
