Batu apung terbentuk ketika lava kaya gas mendingin dengan cepat, menghasilkan batu berpori yang cukup ringan untuk mengapung selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.
Para ahli meyakini letusan ini kemungkinan tidak akan berkembang menjadi letusan eksplosif.
Namun, mereka belum dapat memastikan apakah material vulkanik yang menumpuk akan membentuk pulau stabil atau justru terkikis gelombang laut.
Selain berpotensi menciptakan daratan baru, letusan ini memberi kesempatan langka bagi ilmuwan mempelajari pembentukan pulau vulkanik sejak awal.
Proses tersebut jarang dapat diamati langsung karena sebagian besar gunung api bawah laut berada di lokasi terpencil.
Dengan bantuan satelit, peneliti kini dapat mengikuti perkembangan letusan hampir secara real time, mulai dari gempa bawah laut hingga kemungkinan lahirnya pulau baru.
Meski hasil akhir belum bisa dipastikan, fenomena di Laut Bismarck menunjukkan bahwa permukaan Bumi terus berubah.
>>> Cristiano Ronaldo Belum Putuskan Nasib di Timnas Portugal
Jauh di bawah laut, alam masih terus membangun daratan baru sedikit demi sedikit.
