Keputusan Sony untuk menghentikan produksi cakram game fisik PlayStation menuai reaksi keras. Analis Circana, Mat Piscatella, dengan tegas menyatakan bahwa loyalitas gamer tidak berarti apa-apa bagi perusahaan.
"Anda boleh mencintai ekosistem video game, waralaba, atau apa pun yang Anda sukai. Anda boleh berpikir bahwa loyalitas pelanggan Anda selama bertahun-tahun seharusnya dibalas.
>>> Aston Villa Salip Newcastle Rekrut Bintang Timnas Swiss Johan Manzambi
Tetapi bisnis-bisnis ini tidak membalas cinta Anda. Anda hanyalah angka di dalam spreadsheet," ujar Piscatella di Bluesky, Senin (13/7/2026).
Piscatella memperkirakan harga PS6 dan Project Helix bisa mencapai USD 1.000 atau lebih. Produsen seperti Sony dan Xbox akan memprioritaskan profitabilitas di mana pun mereka bisa.
Jika Sony tidak dapat meyakinkan banyak orang untuk membeli konsol mahal tersebut, mereka dapat menutupi selisih harga dengan mengurangi penggunaan cakram.
Langkah ini bertujuan meningkatkan margin keuntungan.
Menurut reporter Jason Schreier, Sony mendapatkan sekitar USD 45,50 dari penjualan game seharga USD 70 dalam bentuk cakram di toko ritel.
Sementara dengan game digital, Sony mendapatkan keuntungan penuh sebesar USD 70.
Game pihak ketiga diperkirakan akan sepenuhnya digital di PlayStation pada 2028.
>>> Penalti 10 Detik Hancurkan Peluang Podium WRT 32 di Sao Paulo
Hal ini membantu penerbit menghasilkan lebih banyak uang dan memberikan keuntungan lebih besar bagi Sony melalui biaya platform.
Serkan Toto dari Kantan Games mengatakan Sony tidak akan membatalkan keputusannya. "Saya bersimpati kepada para penggemar media fisik, tetapi Sony tidak akan membatalkan keputusan ini.
Mereka tentu tahu seperti apa reaksi online nantinya, dan sekarang mereka menunggu badai ini berlalu," kata Toto.
Toto mencontohkan pengguna aktif PlayStation yang mencapai 120 juta orang. Dengan anggota PlayStation Plus berjumlah 50 juta orang, berkurang 1% tidak akan terlalu berpengaruh.
"Sebagai eksperimen hipotetis, katakanlah 500.000 orang membatalkan langganan sebagai bentuk protes, itu hanya akan menghilangkan 1% dari bisnis tersebut.
Tentu saja tidak cukup bagi Sony untuk mulai mempertimbangkan kembali strategi mereka. Bisnis digital terlalu menguntungkan," ujarnya.
Untuk mewujudkan rencananya, Sony mengubah strategi pabrik penghasil cakram game PlayStation di Thalgau, Austria, dengan investasi USD 35 juta.
>>> Matahari Buatan China Catat Rekor Baru, Target Hasilkan Listrik Fusi pada 2030
Pabrik tersebut mampu memproduksi sekitar 600 ribu cakram setiap hari, termasuk game PlayStation, Blu-ray, dan CD. Namun produksinya diperkirakan turun drastis setelah mereka meninggalkan game fisik.
