Sebuah meteorit yang menghantam atap rumah warga di New Jersey, Amerika Serikat, ternyata menyimpan rahasia besar terkait asal usul kehidupan di Bumi.
Analisis terbaru menunjukkan batu luar angkasa ini mengandung senyawa organik, ratusan asam amino, dan jejak larutan garam purba.
>>> Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Ferran Torres Cetak Gol Kemenangan
Penemuan Meteorit Hillsborough
Meteorit yang diberi nama Hillsborough itu jatuh pada 16 Juli 2024 setelah sebuah bola api melintas di langit New York dan New Jersey.
Batu seberat sekitar 50 kilogram tersebut pecah saat memasuki atmosfer, dan salah satu pecahannya menembus atap sebuah rumah hingga mendarat di kamar tidur pemiliknya.
Tim peneliti menemukan Hillsborough merupakan meteorit langka bertipe CM1/2 carbonaceous chondrite, salah satu jenis meteorit paling primitif yang terbentuk pada masa awal Tata Surya.
Sebagian batu tersebut pernah bersentuhan dengan cairan garam pekat di asteroid induknya, menghasilkan berbagai senyawa karbon, asam amino, dan molekul prabiotik.
Peter Jenniskens, astronom meteorit dari SETI Institute, mengatakan penelitian forensik mengungkap sesuatu yang belum pernah ditemukan sebelumnya.
Ia menjelaskan bahwa batu tersebut membawa material yang terawetkan dari dekat permukaan asteroid primitif kecil yang pernah dialiri cairan garam pekat.
Keberhasilan penelitian ini juga berkat tindakan cepat pemilik rumah yang mengumpulkan pecahan batu menggunakan aluminium foil dan menyimpannya dalam stoples kaca.
>>> Spanyol Juara Piala Dunia 2026, Raih Gelar Kedua Setelah Kalahkan Argentina
Langkah tersebut membuat sampel hampir tidak terkontaminasi kelembapan maupun minyak dari tangan manusia, menjadikannya salah satu meteorit paling murni yang pernah dipelajari.
Petunjuk Baru Asal Usul Kehidupan
Selain senyawa karbon, tim peneliti mengidentifikasi ratusan jenis asam amino serta molekul probiotik di dalam meteorit tersebut.
