⌂ Beranda News Meteorit Sahara NWA 12774 Ungkap Dunia Kuno Seukuran Bulan

Meteorit Sahara NWA 12774 Ungkap Dunia Kuno Seukuran Bulan

Meteorit Sahara NWA 12774 Ungkap Dunia Kuno Seukuran Bulan
Ilustrasi meteorit NWA 12774 di Gurun Sahara
A A Ukuran Teks16px

Sebuah meteorit langka yang ditemukan di Gurun Sahara, dikenal sebagai Northwest Africa (NWA) 12774, menyimpan bukti pasti pertama tentang sebuah dunia kuno yang telah lama hilang.

Dunia ini diperkirakan berukuran sebanding dengan Bulan dan eksis hanya beberapa juta tahun setelah Tata Surya terbentuk 4,5 miliar tahun lalu.

>>> MotoGP Hungaria 2026: Motor Eropa Incar Dominasi di Sirkuit Balaton Park

Meteorit seberat sekitar 454 gram ini ditemukan pada tahun 2019 dan diklasifikasikan sebagai angrite, jenis meteorit vulkanik tertua di Tata Surya.

Angrite mengandung jejak kimiawi yang tidak biasa, menunjukkan bahwa beberapa dunia terawal di Tata Surya berkembang secara berbeda dari planet-planet berbatu lainnya.

"Material pembentuk benda induk angrite ini secara mendasar berbeda dari bahan pembentuk Bumi dan Mars," kata penulis studi, Aaron Bell, ahli geosains University of Colorado Boulder.

in2

Dengan mengukur elemen radioaktif di dalamnya, para ilmuwan memperkirakan angrite terbentuk bersamaan dengan Matahari muda lebih dari 4,5 miliar tahun lalu.

Hal ini menjadikannya sumber petunjuk berharga tentang pembentukan dan evolusi planet.

Angrite sangat langka, hanya 68 dari lebih dari 80.000 meteorit yang ditemukan di Bumi teridentifikasi sebagai jenis ini.

Yang membingungkan para ilmuwan adalah komposisi kimia angrite yang sangat sedikit mengandung silika, berbeda dengan Bumi, Mars, dan sebagian besar dunia berbatu.

Awalnya, ini membuat ilmuwan berasumsi meteorit berasal dari asteroid kecil.

>>> Ukraina Gempur Kilang Minyak dan Fasilitas Militer Rusia dengan Drone

Namun, analisis NWA 12774 mengungkapkan kristal klinopiroksen yang sangat kaya aluminium. Temuan ini mengindikasikan batuan tersebut terbentuk di bawah tekanan sangat besar.

Tim peneliti merekonstruksi kondisi pembentukan meteorit dan menemukan mineral tersebut membutuhkan tekanan setidaknya 17,5 kilobar.

Tekanan ekstrem ini tidak mungkin terjadi di asteroid kecil, sehingga benda induk asalnya pasti berukuran jauh lebih besar.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru