Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengingatkan operator seluler pemenang seleksi pita frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz agar segera merealisasikan komitmen pembangunan infrastruktur digital.
Tujuannya adalah menghadirkan layanan internet berkualitas dan cepat.
>>> Ronaldo Nazario Nilai Mustahil Ronaldo Main di Piala Dunia Lagi
Meutya menekankan bahwa tambahan spektrum frekuensi bukan hanya aset bisnis, tetapi harus diterjemahkan menjadi layanan internet yang lebih cepat, berkualitas, dan menjangkau masyarakat hingga pelosok.
Rampungnya lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz menjadi titik awal percepatan pemerataan konektivitas sekaligus peningkatan kualitas layanan internet di Indonesia.
Komitmen Pembangunan Infrastruktur Digital
Para pemenang seleksi diberi kewajiban untuk mengembangkan tugas, termasuk menghadirkan layanan 4G berkualitas di 538 desa dan kelurahan yang saat ini belum terhubung atau masih lemah sinyalnya.
Pembangunan jaringan ini diharapkan dapat mengurangi titik-titik blank spot atau daerah tanpa sinyal internet, sekaligus membuka akses masyarakat terhadap berbagai layanan digital.
Selain itu, pemenang lelang juga berkewajiban untuk mempercepat penggelaran jaringan 5G hingga mencapai 51% cakupan populasi nasional pada tahun kelima.
>>> Head to Head Indonesia vs Grup A Piala AFF 2026: Dominasi atas Kamboja dan Timor Leste
Target kecepatan internet juga akan naik bertahap, dengan harapan bisa menembus 100 Mbps pada tahun 2029.
Menkomdigi Meutya telah menetapkan pemenang lelang frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz setelah proses seleksi yang berlangsung dari April hingga Juli 2026.
XLSmart memenangkan lelang frekuensi 700 MHz dengan penawaran Rp 1,0602 triliun untuk bandwidth 30 MHz.
Telkomsel menyusul dengan penawaran Rp 642,5 miliar untuk 20 MHz, dan Indosat dengan Rp 507,48 miliar.
Untuk frekuensi 2,6 GHz, Telkomsel menjadi pemenang dengan penawaran Rp 545,84 miliar untuk bandwidth 80 MHz.
>>> Jutaan Satelit Bakal Keliling Bumi, Astronom Khawatir Langit Malam Terganggu
Indosat menawarkan Rp 372 miliar, dan XLSmart meraih bandwidth 50 MHz dengan nilai penawaran Rp 231,6 miliar.
