CEO Microsoft, Satya Nadella, memberikan peringatan keras mengenai potensi kehancuran bisnis akibat adopsi kecerdasan buatan (AI) yang keliru.
Ia menekankan pentingnya perusahaan untuk tidak membagikan informasi sensitif, seperti data internal dan detail prompt, kepada model AI pihak ketiga.
>>> Presiden Federasi Ceko Dukung Wacana FIFA Jual Saham Piala Dunia
Nadella menyarankan agar bisnis menyimpan catatan lengkap mengenai penggunaan tool AI oleh karyawan. Data ini krusial untuk melatih dan menyempurnakan model AI internal perusahaan.
Penggunaan AI gateway direkomendasikan sebagai perantara pelindung untuk menjaga keamanan data.
"Perusahaan mana pun yang tidak memiliki kontrol ini, saya rasa tidak akan bisa bertahan, karena pada dasarnya Anda telah mengalihdayakan pikiran kepada pihak lain," ujar Nadella.
>>> Rio Ngumoha Pukau Andoni Iraola di Pramusim Liverpool
Meskipun mengalihdayakan tugas ke mesin adalah tujuan AI, ketergantungan berlebihan pada software AI pihak lain justru berisiko mendatangkan kehancuran bagi perusahaan.
Nadella juga menyarankan perusahaan untuk beralih dari AI harness ke platform AI kustom. Platform ini memungkinkan penggunaan berbagai model AI sesuai keunggulannya masing-masing.
>>> Perlu Ganti Kartu SIM untuk Jaringan 5G? Ini Penjelasannya
Hal ini memberikan kendali lebih besar atas nasib bisnis, bahkan jika salah satu model AI tidak lagi tersedia di masa depan.

