Teknologi iPSC yang digunakan Johnson merupakan hasil penelitian Shinya Yamanaka yang memenangkan Nobel Fisiologi atau Kedokteran pada 2012.
Meski demikian, eksperimen ini memunculkan pertanyaan mengenai keamanan dan batas etika, karena sel yang diprogram ulang berisiko mengalami pertumbuhan tidak terkendali atau membentuk tumor.
Beberapa hari setelah memperkenalkan Baby Bryan, Johnson mengaku mulai mempertanyakan apakah perjalanannya dalam mengejar umur panjang sudah terlalu jauh.
Johnson dikenal menjalani rutinitas ketat untuk memperlambat penuaan, termasuk bangun pagi, berolahraga, sauna, terapi cahaya merah, perawatan kulit, serta mengonsumsi suplemen dan obat resep.
Salah satu eksperimen kontroversialnya sebelumnya adalah transfusi plasma darah dari putranya, yang dihentikan karena tidak ditemukan manfaat terukur.
>>> Winamp Kembali, Siap Bersaing di Era Streaming Musik
Baby Bryan menjadi babak terbaru dalam obsesi Johnson menaklukkan penuaan, yang belum diketahui hasilnya namun ia tampaknya belum berniat menghentikan ambisinya.
