⌂ Beranda News Bahaya Curhat ke Chatbot AI, Rahasia Gelap Bisa Diakses Polisi
News

Bahaya Curhat ke Chatbot AI, Rahasia Gelap Bisa Diakses Polisi

Ilustrasi pengguna chatbot AI yang mengabaikan risiko privasi data.
Bahaya Curhat ke Chatbot AI, Rahasia Gelap Bisa Diakses Polisi
A A Ukuran Teks16px

Berbincang dengan chatbot AI sering kali terasa seperti mencurahkan isi hati. Namun, kebiasaan ini menyimpan risiko besar bagi privasi penggunanya.

Berdasarkan survei DuckDuckGo, sepertiga pengguna AI mengaku pernah membagikan rahasia pribadi yang bahkan tidak mereka ceritakan kepada orang terdekat.

Tindakan tersebut membuat pengguna secara tidak sadar membagikan informasi intim kepada perusahaan teknologi, kepolisian, pengacara, hingga atasan.

Laporan The Washington Post mencatat adanya belasan kasus pengadilan di Amerika Serikat yang menggunakan transkrip percakapan chatbot sebagai bukti hukum.

Selain itu, data obrolan juga rentan diperoleh atasan jika layanan AI tersebut difasilitasi langsung oleh perusahaan tempat bekerja.

Tidak ada kepastian mengenai durasi perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic dalam menyimpan detail riwayat percakapan pengguna.

Risiko kebocoran data juga nyata terjadi. Riwayat obrolan dengan chatbot Claude milik Anthropic sempat terekspos secara bebas ke internet.

Peneliti privasi Stanford Institute, Jen King, mengingatkan bahwa obrolan tidak sepenuhnya privat kecuali memakai fitur khusus dan browser tanpa pelacakan.

Survei DuckDuckGo menunjukkan 53% pengguna rutin tidak tahu bahwa percakapan mereka dipakai untuk melatih model AI.

Sebanyak 75% pengguna juga tidak menyadari bahwa obrolan dengan large language models dapat disita polisi melalui panggilan pengadilan.

📰 Update Terbaru