⌂ Beranda News Roket SpaceX Falcon 9 Akhirnya Menghantam Bulan, NASA Pastikan Tak Bahayakan Bumi

Roket SpaceX Falcon 9 Akhirnya Menghantam Bulan, NASA Pastikan Tak Bahayakan Bumi

Roket SpaceX Falcon 9 Akhirnya Menghantam Bulan, NASA Pastikan Tak Bahayakan Bumi
Ilustrasi: Roket SpaceX Falcon 9 Akhirnya Menghantam Bulan, NASA Pastikan Tak Bahayakan Bumi
A A Ukuran Teks16px

Bagian roket SpaceX Falcon 9 yang sudah tidak digunakan akhirnya menghantam Bulan setelah lebih dari setahun melayang tanpa kendali di luar angkasa.

Mengutip Associated Press (AP), tahap atas Falcon 9 itu menghantam permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026) sekitar pukul 06.35 UTC atau 13.35 WIB.

>>> Kumpulan Foto Kocak Nan Absurd yang Bikin Ngakak di Internet

Lokasi benturan diperkirakan berada di sekitar Kawah Einstein, dekat tepian Bulan yang terlihat dari Bumi.

Roket tersebut diperkirakan memiliki bobot sekitar 3.900 hingga 4.000 kilogram.

Saat menghantam Bulan, benda sepanjang kurang lebih 12 meter itu melaju dengan kecepatan sekitar 2,43 kilometer per detik atau 8.700 kilometer per jam.

Menurut Reuters, tidak ada wahana yang merekam tabrakan secara langsung dari jarak dekat.

Namun, teleskop di Bumi mendeteksi semburan material singkat dari wilayah yang diperkirakan menjadi lokasi benturan.

Pengamatan spektroskopi menemukan jejak natrium yang diduga berasal dari permukaan Bulan.

Peneliti juga mendeteksi litium yang kemungkinan berasal dari komponen roket.

Temuan tersebut memperkuat dugaan bahwa tahap atas Falcon 9 benar-benar menghantam Bulan sesuai perhitungan orbit para astronom.

Mengapa Roket SpaceX Menghantam Bulan?

Tahap atas Falcon 9 tersebut berasal dari misi peluncuran pada 15 Januari 2025.

Roket saat itu membawa wahana pendarat Blue Ghost milik Firefly Aerospace dan Resilience buatan perusahaan Jepang, ispace.

Setelah melepaskan kedua wahana, roket tidak memiliki cukup bahan bakar untuk kembali memasuki atmosfer Bumi atau dipindahkan ke orbit pembuangan yang aman.

Roket kemudian tertinggal dalam orbit sangat lonjong.

Pengaruh gravitasi Bumi, Bulan dan Matahari perlahan mengubah lintasannya hingga akhirnya mengarah ke permukaan Bulan.

Objek yang diberi kode 2025-010D itu lalu dilacak menggunakan pengamatan orbit, pantulan cahaya dan analisis spektrum.

I
Tim Redaksi
Penulis: Indah Novitasari
📰 Update Terbaru
STIKIBOTOM