>>> Salah Pakai Nomor 10 di Trabzonspor?
Peneliti menghubungkannya dengan tahap atas Falcon 9 dari misi Blue Ghost dan Resilience.
Peristiwa tersebut bukan disebabkan kegagalan Falcon 9 saat menjalankan misi.
Roket telah menyelesaikan tugas utamanya, tetapi lintasan akhirnya tidak dirancang untuk mencegah benturan dengan Bulan.
Apakah Membahayakan Bumi?
Benturan diperkirakan menghasilkan energi setara sekitar tiga ton TNT dan menciptakan kawah baru berdiameter puluhan meter.
NASA menyatakan akan mencoba mengamati dampak tabrakan tersebut menggunakan teleskop berbasis Bumi dan wahana yang berada di sekitar Bulan.
Dalam pengumuman resminya, NASA mengatakan tengah bekerja sama dengan SpaceX untuk melacak tahap atas Falcon 9 dan mengumpulkan data dari peristiwa benturan.
Lunar Reconnaissance Orbiter milik NASA berpotensi memotret kawah baru dan membandingkan kondisi lokasi sebelum dan setelah tabrakan.
Wahana Danuri milik Korea Selatan juga dapat membantu mengamati perubahan di kawasan tersebut.
Namun, lokasi benturan berada dekat tepian Bulan sehingga sulit diamati secara jelas dari Bumi.
Proses memastikan titik benturan dan ukuran kawah kemungkinan membutuhkan waktu.
Menurut AP, para ilmuwan menunggu foto terbaru dari Lunar Reconnaissance Orbiter untuk memperoleh bukti visual yang lebih jelas mengenai kawah yang terbentuk.
NASA memastikan benturan tahap atas Falcon 9 tersebut tidak menimbulkan bahaya bagi Bumi.
Material yang terlontar dari permukaan Bulan juga tidak diperkirakan memiliki energi cukup untuk mengancam manusia atau satelit di sekitar Bumi.
Bulan sebenarnya rutin dihantam meteoroid alami.
>>> Mohamed Salah Tiba di Turki, Siap Gabung Trabzonspor
Namun, benturan benda buatan manusia menarik perhatian karena jumlah misi menuju Bulan terus meningkat.
