Bulan selama ini dipandang sebagai lingkungan yang mustahil bagi segala bentuk kehidupan. Namun, riset terbaru menunjukkan beberapa mikroorganisme dari Bumi berpotensi bertahan di permukaannya.
Temuan tersebut bersumber dari kajian ilmuwan NASA serta University of Maryland. Para peneliti mendapati kawasan kutub selatan Bulan memiliki lokasi yang secara teoritis menjadi ceruk layak huni.
>>> Alexander Isak Dikritik Legenda Inggris Walau Sumbang Satu Gol
Kondisi Ekstrem dan Potensi Ceruk Mikroba
Permukaan Bulan umumnya sangat ekstrem akibat hantaman radiasi dan sinar ultraviolet Matahari secara langsung. Kendati demikian, kawasan kutub memiliki area cekung yang selalu berada dalam bayangan.
Kombinasi suhu sangat rendah dan perlindungan dari radiasi UV tersebut memungkinkan mikroba bertahan dalam kondisi dorman. Ukuran ceruk perlindungan ini bahkan bisa sangat kecil seperti jejak sepatu.
Sejumlah kelompok mikroorganisme yang diteliti meliputi Aspergillus niger hingga Staphylococcus aureus. Spesies tersebut dipilih karena terbukti mampu bertahan dalam kondisi ekstrem di antariksa.
>>> Kumpulan Aksi Menggelitik saat Orang Berpose Menyerupai Patung
Kendati demikian, para ilmuwan menegaskan bahwa bertahan hidup tidak sama dengan berkembang biak. Belum ada bukti sahih bahwa mikroorganisme tersebut dapat tumbuh atau bereproduksi di Bulan.
Dampak bagi Misi Eksplorasi Antariksa
Situasi ini memunculkan kekhawatiran baru bagi para periset yang merancang misi eksplorasi lanjutan. Manusia selalu membawa triliunan mikroorganisme pada tubuh dan peralatan yang digunakan.
Ketika astronaut kembali mendarat di kutub selatan Bulan, organisme tersebut berpotensi ikut terbawa. Hal ini memicu risiko kontaminasi pada lingkungan alami satelit Bumi tersebut.
>>> Hasil MotoGP Aragon 2026: Jarak Poin Marquez dan Martin Menipis
Ilmuwan harus mampu membedakan tanda kehidupan asli atau jejak biologis yang terbawa dari Bumi. Langkah antisipasi ini dinilai krusial sebelum manusia melanjutkan misi eksplorasi ke Mars.
