Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) berupaya menyeimbangkan pertumbuhan industri game Indonesia dengan keamanan ruang digital bagi anak-anak.
Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Digital Bidang Pemuda dan Startup, Alfreno Kautsar Ramadhan, menjelaskan bahwa kebijakan Komdigi berlandaskan tiga prinsip utama: Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga.
>>> Inter Milan Taklukkan Juventus 2-1 dalam Laga Pramusim di Australia
Prinsip 'Terjaga' menjadi krusial karena pemerintah tidak hanya fokus pada kontribusi ekonomi digital, tetapi juga memastikan masyarakat, khususnya anak-anak, memiliki ruang digital yang aman.
PP Tunas dan Evaluasi Platform Digital
Salah satu langkah konkret yang diambil adalah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Tunas, yang dirancang untuk melindungi anak di ruang digital.
Platform digital diminta untuk melakukan penilaian mandiri (self-assessment) guna mengidentifikasi potensi risiko terhadap anak.
Hingga kini, sekitar 175 platform telah atau sedang mengirimkan hasil penilaiannya untuk dievaluasi oleh Komdigi.
Evaluasi ini bertujuan untuk memetakan platform mana saja yang memerlukan pengawasan lebih ketat, terutama layanan yang sering digunakan oleh anak-anak.
Hasil evaluasi akan membantu pemerintah menentukan tingkat risiko, apakah itu risiko tinggi atau rendah, pada layanan digital yang ada.
DARA: Solusi bagi Orang Tua dan Anak
Komdigi juga mengembangkan platform bernama DARA sebagai sarana bantuan bagi anak dan orang tua yang menghadapi masalah terkait penggunaan ruang digital.
>>> Jadwal Bentrok, India Tetap Main di FIFA ASEAN Cup dan Hadapi Brasil
Tanda-tanda seperti perubahan perilaku anak menjadi lebih temperamental, menarik diri dari sosialisasi, atau menghabiskan waktu berlebihan di ruang digital perlu menjadi perhatian orang tua.
Platform DARA dirancang agar mudah diakses oleh masyarakat, bahkan hanya 'satu chat saja'.
Penting untuk diingat bahwa tidak semua game bersifat edukatif, sehingga orang tua harus tetap cermat dalam memilih jenis permainan dan mengawasi pola penggunaan perangkat oleh anak.
Komdigi juga membuka pintu kolaborasi dengan berbagai pihak dalam industri game, termasuk Asosiasi Game Indonesia (AGI).
Salah satu isu yang sedang dibahas adalah penyesuaian kategori usia pada game agar lebih sesuai dengan kelompok pengguna yang memainkannya.
Kolaborasi ini dianggap penting karena perlindungan anak di ruang digital memerlukan keterlibatan aktif dari platform, developer, asosiasi, hingga orang tua.
>>> Industri Aplikasi dan Game RI Tumbuh 18,22%, Pemerintah Genjot Investasi
Melalui pendekatan ini, pemerintah berharap ekosistem game Indonesia dapat terus berkembang tanpa mengorbankan aspek keselamatan anak di ruang digital.
