Dalam teori difraksi-interferensi, tepi Bulan yang menghalangi Matahari bertindak seperti penghalang tajam bagi gelombang cahaya.
Interaksi gelombang cahaya tersebut dapat menciptakan pola terang dan gelap, mirip prinsip eksperimen celah ganda Young.
Namun, hasil eksperimen pada Gerhana Matahari Total 8 April 2024 di Texas dan Vermont justru tidak mengulangi temuan 2017.
Sensor yang lebih sensitif pada balon maupun pesawat tidak mendeteksi sinyal yang sama. Pengamatan di darat juga terganggu awan.
Kesimpulan dari penelitian data 2024 menyarankan bahwa shadow bands mungkin tidak selalu muncul. Jika muncul, fenomena ini lebih dipengaruhi turbulensi atmosfer.
Hasil eksperimen 2017 dan 2024 belum memberikan jawaban final.
Kesempatan pada Gerhana 12 Agustus 2026
Gerhana Matahari Total 12 Agustus 2026 memberikan kesempatan kembali bagi ilmuwan dan pengamat untuk mencari jawaban.
Turnshek berencana berada di Spanyol dengan membawa sensor elektroniknya, berharap ada peneliti lain yang melakukan pengamatan simultan dari berbagai ketinggian.
Pengamat disarankan mencari permukaan yang rata, halus, dan terang, serta kondisi langit cerah.
Namun, keselamatan mata tetap prioritas utama; penggunaan pelindung mata khusus wajib dilakukan selama Matahari belum sepenuhnya tertutup Bulan.
Misteri shadow bands yang telah diamati selama berabad-abad ini terus dipecahkan menggunakan berbagai teknologi.
>>> Gerhana Matahari Total 12 Agustus: Jadwal dan Link Streamingnya
Ilmuwan berharap dapat segera mengetahui apakah fenomena ini disebabkan oleh turbulensi atmosfer, difraksi-interferensi cahaya, atau kombinasi keduanya.
